Anak Autis

PENGERTIAN AUTIS


Sebelum kita membahas tentang Anak Autisme, sebaknya kita kenali dulu apa itu autisme.

Ciri-ciri anak autisAutis adalah sebuah kelainan yang unik, yang mana si penderita mempunyai kelainan prilaku seperti hanya tertarik pada aktivitas mental dan egonya sendiri, dan biasanya disertai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial.

Jadi pengertian dari anak autis adalah anak yang mempunyai kelainan atau gangguan prilaku, sehingga anak-anak yang mengidapnya tidak mampu menjalin hubungan sosial secara normal bahkan tidak mampu berkomunikasi secara dua arah. Autisme adalah sebuah sindroma (kumpulan gejala) dan bukanlah sebuah gejala penyakit, dimana terjadi penyimpangan perkembangan sosial, kemampuan berbahasa, dan kepedulian akan lingkungan sekitar, sehingga anak autisme seperti mempunyai dunianya sendiri dan dia hidup didalamnya. Dengan kata lain, autisme itu seperti keadaan dimana seorang anak berbuat semaunya sendiri, baik cara berfikir maupun perilaku.

CIRI-CIRI ANAK AUTIS


Lalu sebagai orang tua, bagaimanakah caranya untuk mendeteksi apakah anaknya menderita autis atau tidak. Berikut adalah ciri-ciri anak autis yang bisa dijadikan petunjuk :

  1. Cuek dan tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya, serta cenderung hiperaktif
  2. Terjadi pengulangan prilaku atau gerakan aneh yang dilakukan berulang-ulang
  3. Tidak mempunyai rasa empati atau tidak dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain
  4. Mempertahankan suatu minat atau keinginan dengan cara yang berlebihan
  5. Anak pada usia 30 bulan belum bisa bicara atau tidak dapat berkomunikasi secara normal, kalaupun bisa bicara maka bicaranya tidak digunakan untuk berkomunikasi, serta sering mengucapkan kata-kata yang aneh dan diulang-ulang
  6. Apabila anak normal maka dia akan bisa dan senang bermain dengan teman sebayanya, namun tidak begitu dengan anak pernderita autis, sang anak tidak mampu bermain dengan teman sebayanya atau tidak bisa bereaksi normal dalam pergaulan sosialnya, seperti kontak mata yang kurang, dan ekspresi yang kurang hidup

CARA MENANGANI ANAK AUTIS


Anak autis atau anak berkebutuhan khusus ini memang harus ditangani secara serius. Mendeteksi dan ditangani sejak dini mungkin bisa memberikan peluang untuk anak autis untuk sembuh, atau minimal mengurangi gejala-gejala autis sehingga bisa terlihat seperti layaknya anak normal, meskipun sebenarnya tergantung juga dari cara penanganannya.

Saat ini banyak sekali penanganan yang ditujukan untuk ‘menyembuhkan’ gangguan autistik. Berikut beberapa metoda cara  penanganan anak autis yang banyak diterapkan:

  1. Penanganan Biomedis. Diperkenalkan oleh Paul Shattock, PhD dari universitas Sunderland, Inggris. Dari hasil penelitiannya diketahui bahwa anak autis tidak dapat mencerna casein (protein susu) dan gluten (protein gandum) dengan sempurna sehingga menjadi peptide yang efeknya seperti opioid. Jadi tujuan penelitian ini adalah supaya anak autis dapat mengkonsumsi makanan senormal mungkin dengan cara pengaturan pola makan.
  2. Medikamentosa. Dari hasil penelitian diketahui bahwa adanya abnormalitas anatomi dan kimia otak pada penyandang autisme. Terapi obat dengan pemberian antipsikotik dalam dosis rendah dapat membantu mengurangi hiperaktifitas, stimulasi diri, menarik diri, agresifitas, gangguan tidur.
  3. Terapi Sensory Integration. Terapi ini dikembangkan oleh DR. Ayres. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa disfungsi pada mekanisme SI menyebabkan perilaku dan cara belajar yang maladaptif. Terapi ini dilakukan dalam ruang khusus dengan berbagai alat yang akan memberi input sensorik, mendukung terjadinya respon adaptif, memperbaiki fungsi batang otak dan thalamus
  4. Terapi ABA. Dikembangkan oleh Ivar Lovaas, psikolog dari Amerika. Merupakan terapi yang didasarkan pada pendekatan behavioristik, melibatkan peran aktif orangtua di rumah, tujuan dari terapi ini adalah untuk membentuk tingkah laku yang dapat diterima lingkungan dan menghilangkan/mengurangi tingkah laku yang bermasalah.
  5. Pendidikan khusus. Seperti sekolah khusus untuk para penderita autis.

PENYEBAB ANAK AUTIS


Penyebab terjadinya Anak Autisme belum diketahui secara pasti, hanya diperkirakan mungkin adanya kelainan dari sitem syaraf (neurologi) dalam berbagai derajat berat ringannya penyakit. Dari konsesus para ahli mengakui bahwa Autisme diakibatkan terjadinya kelainan fungsi luhur di daerah otak. Kelainan ini bisa disebabkan berbagai macam trauma seperti:

  • Sewaktu bayi dalam kandungan, Misalnya karena keadaan keracunan kehamilan (toxemia gravidarum), Infeksi virus rubella, virus cytomegalo dll.
  • Faktor Genetik. Keluarga yang terdapat anak autistik memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan pada keluarga normal.
  • Neuro anatomi yaitu gangguan/fungsi pada selsel Otak selama dalam kandungan yang mungkin disebabkan terjadinya gangguan oksigenasi perdarahan atau infeksi.
  • Kejadian segera setelah lahir (perinatal) seperti kekurangan oksigen (anoksia), ganguan pernapasan dan anemia.
  • Keadaan selama kehamilan seperti pembentukan otak kecil, misalnya vermis otak kecil yang lebih kecil (mikrosepali) atyau terjadinya pengerutan jaringan ortak (tuber sklerosis)
  • Mungkin karena kelainan metabolisme seperti pada penyakit Addison, ( karena infeksi tuberkulosa, dimana terjadi bertambahnya pigment tubuh dan kemunduran mental)
  • Mungkin karena kelainan chromosom seperti syndrome chromosoma X yang fragil dan sydrome chromosom XYY.
Semoga sedikit bahasan tentang anak autis ini bisa bermanfaat bagi anda semua.

Related Posts:

This entry was posted in Kesehatan Bayi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.