Bayi Kembar

Mengenal Bayi Kembar Beserta Penyebabnya


Memiliki bayi kembar mungkin diinginkan oleh sebagian ibu yang sedang mengandung, namun masalahnya adalah dahulu ketika teknologi kedokteran tidak secanggih sekarang untuk mendapatkan bayi kembar ini sangatlah sulit atau bahkan jarang terjadi. Tapi sekarang untuk mempunyai bayi kembar bisa saja dilakukan dengan melakukan atau mengikuti serangkaian program bayi kembar dari dokter spesialist.

Bayi Kembar atau anak kembar adalah dua atau lebih individu yang berbagi uterus (rahim) yang sama dan biasanya dilahirkan dalam hari yang sama, meskipun terkadang ada juga yang dilahirkan dalam waktu yang berbeda. Pada ibu yang mengandung bayi kembar biasanya akan mengalami persalinan berganda, dan biasanya memiliki masa mengandung yang lebih singkat  daripada kehamilan bayi tunggal. Jika bayi kembar tersebut lahir terlalu cepat atau dalam kata lain memiliki umur kandungan yang singkat maka bayi kembar ini disebut dengan bayi prematur. Kelahiran prematur biasanya memiliki konsekuensi kesehatan terhadap sang bayi, sehingga kelahiran bayi kembar / prematur seringkali ditangani secara khusus yang agak berbeda daripada kelahiran biasa.

Proses Terjadinya Bayi Kembar


Lalu bagaimanakah proses terjadinya bayi kembar menurut ilmu kedokteran dan penelitian? Bagaimanakah mengetahui apakah Anda memiliki kehamilan kembar? Apa itu kembar monozigot dan dizigot? Berdasarkan dari beberapa sumber yang Bayi7.com dapatkan, maka disini akan dijelaskan bagaimana semua proses itu bisa terjadi.

Proses terjadinya bayi kembar

Proses terjadinya bayi kembar

Dalam beberapa tahun terakhir, kehamilan yang mengandung bayi kembar cenderung meningkat. Secara umum, ini bisa terjadi karena peningkatan penggunaan obat untuk kesuburan, usia ibu selama kehamilan, wanita dengan riwayat persalinan yang sering, juga kemungkinan lebih tinggi terjadi pada orang yang memiliki warisan atau genetik anak kembar. Berikut adalah proses terjadinya bayi kembar berdasarkan jenisnya:

1. Proses Terjadinya Bayi Kembar Monozigotik atau Bayi Kembar Identik


Kembar Identik yang Cantik

Kembar Identik yang Cantik

Kehamilan kembar monozigotik atau disebut juga kembar identik adalah kehamilan kembar yang terjadi dari 1 telur yang dibuahi oleh 1 sperma. Proses terjadinya bayi kembar identik adalah karena pada saat pembuahan telur ini di buahi oleh sebuah sperma yang membantuk zygote, kemudian zygote ini akan membelah menjadi  2 buah embrio yang berbeda. Jika pembelahan terjadi ketika zygote berumur 1-3 hari setelah pembuahan maka setiap embrio biasanya akan memiliki kantong ketuban yang berbeda, dan satu plasenta. Biasanya bayi ini memiliki gen yang sama, jenis kelamin yang sama, dan wajah yang serupa.

Tapi ketika pembelahan terjadi setelah 14 hari maka kemungkinan akan terjadi kembar dempet / saling menempel pada bagian tubuh atau yang biasa dengan istilah bayi kembar siam kemungkinan sangatlah tinggi. Hal ini terjadi karena pembelahan yang tidak sempurna, waktu pembelahan yang terlalu lama sehingga sel telur terlanjur berdempet, dan inilah yang disebut kembar. Saat ini dengan pemeriksaan USG (utrasonografi) dokter akan dapat menilai keadaan janin, jenis kelamin, cacat posisi, dan lain-lain.

2. Proses Terjadinya Bayi Kembar Fraternal (Dizigotik)


Bayi Kembar Fraternal - Berbeda jenis kelamin

Bayi Kembar Fraternal – Berbeda jenis kelamin

Proses terjadinya bayi kembar Fraternal atau dizigotik adalah kehamilan kembar yang berasal dari 2 telur atau lebih yang dibuahi oleh sperma yang berbeda pada waktu yang bersamaan. Jumlah kehamilan ini kira-kira 2/3 total kehamilan kembar. Bayi yang terlahir kemungkinan jenis kelaminnya dapat sama atau juga berbeda, dan mereka biasanya bisa memiliki tingkat perbedaan yang lumayan besar dari kembarannya, hal ini mungkin terjadi karena mereka terbentuk dari sel telur yang berbeda juga.

Beberapa penyebab terjadinya bayi kembar?


Penyebab bayi kembar menurut ilmu kedokteran bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, bisa saja bayi kembar ini memang di sengaja agar terjadi karena mungkin si orang tua menginginkan memiliki bayi kembar dengan cara meminum obat penyubur ovum, keturunan, dan lain-lain. Supaya lebih jelasnya, simak saja dibawah ini.

1. Garis Keturunan


Seseorang yang mempunyai sejarah/garis keturunan memiliki saudara kembar, maka suatu saat akan ada kemungkinan memiliki keturunan kembar lagi. Peluang memiliki anak kembar ini lebih besar pada orang yang mempunyai garis keturunan memiliki anak kembar dibanding orang yang tidak memiliki sejarah keturunan anak kembar.

2. Melakukan program fertilitas


Program teknologi reproduksi yang pesat saat ini, juga memungkinkan tingginya kelahiran kembar akibat penggunaan obat yang menstimulasi terjadinya ovulasi dan sistim bayi tabung yang memungkinkan adanya embrio lebih dari satu di rahim ibu.

3. Hamil di usia tua


Wanita yang hamil di usia tua, besar kemungkinannya memiliki bayi kembar, dibanding wanita yang hamil di usia muda. Diperkirakan, ovulasi akan semakin cepat seiring usia biologis yang juga bergerak cepat. Sekitar 17% wanita yang hamil di atas 45 tahun, berpeluang mengandung anak kembar. Lima tahun lagi, sekitar usia 50 tahun, peluangnya makin besar yaitu 1 banding 9. Hanya saja, mengandung di usia tua sangat berisiko, dari keguguran hingga meningkatnya kadar gula selama hamil. Bayinya pun kemungkinan besar akan mengalami kelainan kromosom

4. Gemuk atau Berat badan berlebih


Penelitian yang dimuat pada American College of Obstetrics and Gynecology, menunjukkan hubungan yang erat antara kecenderungan kelahiran kembar dengan naiknya kasus obesitas. Menurut penelitian, ibu dengan Body Mass Index (BMI) lebih dari 30, berpeluang mengandung bayi kembar. Tapi statistik ini hanya berlaku bagi pasangan dengan sejarah keluarga kelahiran kembar.

5. Tanpa sebab alias memang lagi beruntung


Tak sedikit kasus kelahiran kembar yang tidak cocok pada beberapa kriteria klasik di atas, serta tak dapat diketahui penyebabnya. Kembar identik (monozigot twin) yang banyak terjadi pun, hingga kini penyebabnya masih misterius. Tak ada yang bisa meramalkan, kapan dan bagaimana sebuah sel telur akan memecahkan diri menjadi dua janin.

Reksiko Kehamilan Bayi Kembar


Hamil lebih dari 1 janin akan meningkatkan risiko selama kehamilan, baik bagi janin maupun si ibu. Kehamilan kembar berisiko memiliki kelainan dalam kandungan dan penyakit keturunan. Karena mereka pada umumnya lahir prematur, maka janin kembar biasanya memiliki masalah lebih banyak setelah lahir. Namun berkat kemajuan teknologi di bidang kedokteran, maka masalah ketika kehamilan bayi kembar ini bisa segera diatasi atau dicarikan solusinya. Semoga sedikit penjelasan ini bisa membantu anda. SALAM.



Bunda, jangan lupa SHARE terus artikel ini jika dirasa bermanfaat, dan supaya manfaatnya tidak berhenti sampai disini saja. Dan semoga buah hati kesayangan bunda semua selalu diberikan kesehatan, AMIN.

Related Posts:

This entry was posted in Ibu dan Bayi, Kesehatan Bayi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.