Bayi Sungsang

APA ITU BAYI SUNGSANG


Banyak sebagian orang yang bertanya apa itu Bayi Sungsang, kenapa bisa terjadi, dan apakah berbahaya bila terjadi? Jika Anda salah satu yang sedang mencari informasi ini maka simak sedikit ulasan berkut ini.

Tepat sebelum bayi lahir, sebagian besar bayi akan berada dalam posisi kepala di bawah di dalam rahim ibu, itulah sebabnya mengapa kebanyakan bayi lahir terlebih dahulu kepalanya yang pertama keluar. Kadang-kadang ada juga bayi dalam posisi bagian bawah lebih dulu ( kaki atau bokong dibawah), sebelum bayi tersebut terlahir, dan itulah yang disebut dengan kelahiran sungsang atau bayi sungsang.

Banyak bayi yang sungsang di awal kehamilan, tapi kebanyakan dari mereka beralih ke posisi kepala lebih dulu dekat akhir kehamilan. Bayi yang lahir terlalu dini atau terlahir prematur lebih mungkin menjadi sungsang. Pada satu kasus dimana terdapat lebih dari satu bayi dalam rahim Ibu pada satu waktu, maka satu atau lebih bayi mungkin akan terlahir sungsang. Tingkat abnormal cairan ketuban di sekitar bayi dapat mengakibatkan kelahiran sungsang.

Memeriksakan ke Dokter kandungan Ketika Anda mendapatkan tanggal kelahiran sudah semakin dekat dengan tanggal perkiraan kelahiran, memungkinkan Dokter akan dapat memberitahu (dengan pemeriksaan fisik, USG atau keduanya) jika bayi Anda akan terlahir sungsang, sehingga bisa dicarikan jalan keluar yang terbaik. Meskipun sebenarnya bayi sungsang bisa dilahirkan dengan normal,  namun umumnya lebih aman dan lebih mudah bila posisi bayi berada pada posisi normal.

Posisi Bayi Sungsang


Seperti yang sudah dijelaskan diawal tadi bahwa posisi bayi sungsang adalah posisi dimana bayi pada saat-saat kelahirannya bagian kaki atau bokong berada pada bagian bawah rahim (cavum uteri) dekat Vagina dan kepala berada dibagian atas atau berada di puncak rahim (Fundus Uteri). Menurut jenis keadaan bayi ketika dilahirkan maka kelahiran dengan posisi bayi sungsang ini dibagi menjadi 3, yaitu :

  1. Presentasi Bokong Murni, yaitu Posisi Bayi Sungsang yang mana kedua bagian kaki terangkat ke atas sehingga ujung kaki setinggi bahu atau kepala janin (frank breech).
  2. Presentasi Bokong Kaki Sempurna, yaitu jenis Posisi Bayi Sungsang yang mana bagian kaki dan tangan menyilang sempurna, dan disamping bokong kedua kaki dapat diraba (flexed breech).
  3. Presentasi Bokong Kaki Tidak Sempurna, yaitu jenis Posisi Bayi Sungsang yang mana hanya satu bagian kaki saja yang berada disamping bokong, sedangkan satu kaki lagi terangkat keatas (footling breech).

Bayi sungsang tercatat terjadi 3 – 5% dari total jumlah kelahiran bayi. Dokter biasanya menganjurkan persalinan Caesar untuk Ibu yang posisi bayinya sungsang. Risiko juga terlibat dengan kelahiran sesar (seperti pendarahan, infeksi dan tinggal di rumah sakit lebih lama bagi ibu dan bayinya).

Penyebab Bayi Sungsang


Seorang bayi yang terlahir sungsang mungkin sangat kecil persentase nya jika dibandingkan dengan bayi yang terlahir normal, namun demikian bayi yang terlahir sungsang kemungkinan akan mengalami cacat lahir sangat dimungkinkan. Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan bayi Sungsang :

  1. Rahim yang terlalu luas. Didalam rahim bayi dapat berubah posisi sedemikian rupa karena luasnya rahim, namun umumnya pada saat mendekati kelahiran posisi bayi sudah pada posisi normalnya.
  2. Janin atau bayi yang terlalu kecil. Ini adalah kebalikan dari yang pertama, kalau rahimnya ukurannya normal namun ternyata bayinya yang lebih kecil maka kemungkin bayi sungsang tetap ada. Bayi yang kecil kemungkinan bisa disebabkan kekurangan asupan gizi selama kehamilan.
  3. Bayi kembar. Pada saat hal ini terjadi maka bayi didalam rahim akan berdesak-desakan, dan  bukan tidak mungkin posisi bayi pada saat akan dilahirkan tidak pada posisi seharusnya atau bahkan bisa saja terlahir terlalu dini atau prematur.
  4. Air Ketuban Yang Terlalu Banyak. Dengan banyaknya air ketuban maka bayi akan mudah bergerak didalam rahim, dan sebaliknya jika air ketuban sedikit bayi akan kesulitan bergerak. Pada kasus ini kemungkinan posisi bayi sungsang tetap ada.
  5. Terlilit tali pusat. Apabia bayi mengalami hal ini maka bayi akan kesulitan bergerak didalam rahim, sehingga kemungkinan bayi tidak dalam posisi seharusnya bisa saja terjadi karena masalah ini.
  6. Terlahir Prematur. Bayi prematur adalah bayi yang terlahir lebih cepat dari jadwal perkiraan, sehingga terkadang posisi bayi belum pada posisi seharusnya pada saat dilahirkan.

Ketika bayi sungsang dilahirkan secara normal, kemungkinan terluka selama atau setelah melahirkan dibandingkan dengan bayi yang terlahir normal masih mungkin terjadi. Bayi sungsang yang dilahirkan secara normal juga lebih mungkin mengalami cacat lahir seperti pinggul soket bayi dan tulang paha menjadi terpisah.

Mengatasi Bayi Sungsang


Beberapa dokter mencoba untuk Mengatasi bayi Sungsang di dalam rahim ibu menggunakan prosedur yang disebut versi Sefalik Eksternal. Jadi Versi Sefalik Eksternal adalah cara dari luar perut untuk mencoba mengubah dari posisi bayi sungsang ke posisi yang seharusnya, yaitu posisi kepala dibagian bawah dan kaki dibagian atas. Dokter akan menggunakan tangan nya di luar perut untuk mencoba mengubah posisi bayi.

Jika prosedur ini berhasil maka posisi bayi yang asalnya sungsang dapat berubah menjadi normal. Dari total keseluruhan pasien yang melakukan program ini sebayak 65% mengalami keberhasilan. Mengatasi bayi sungsang dengan cara Versi Sefalik Eksternal sebaiknya dan biasanya akan dilakukan antara minggu ke 34 – 38 masa kehamilan. Namun sebelum proses ini bisa dilakukan perlu dilakukan dulu pengecekan untuk mengetahui dengan tepat posisi bayi itu seperti apa, biasanya hal ini bisa dilakukan dengan metoda Ultrasonografi (USG).

Sebelum minggu ke-34 metoda ini belum perlu dilakukan karena kemungkinan bayi berubah posisi secara alami pada posisi yang seharusnya masih sangat mungkin terjadi. Namun apabila umur kehamilan sudah melawati 38 bulan maka Versi Sefalik Eksternal sulit untuk berhasil dilakukan karena janin sudah besar dan jumlah air ketuban relative telah berkurang.


Related Posts:

This entry was posted in Kesehatan Bayi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.