Campak Pada Anak | Apa Itu Campak ? | Gejala Campak Pada Anak

Campak pada anak berbahayakah? Namun apa itu campak? Campak atau rubeola, (bukan rubella=campak Jerman) juga dikenal sebagai Morbili atau Measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus paramiksovirus ( virus campak).

Penyakit campak bisa sangat berbahaya bahkan bisa menyebabkan kematian bila disertai dengan komplikasi penyakit lainnya, seperti Pneumonia (radang Paru) dan ensefalitis (radang otak).

Penyakit campak
Penyakit campak

Sekitar 1 dari 20 penderita Campak akan bereksiko mengalami komplikasi radang paru, dan 1 dari 1.000 penderita akan bereksiko mengalami komplikasi radang otak. Selain itu, komplikasi lain adalah infeksi telinga yang berujung tuli (1 dari 10 penderita), diare (1 dari 10 penderita) yang menyebabkan penderita butuh perawatan di RS. (sumber: depkes.go.id – link)

Dan seperti yang telah disebutkan diawal bahwa Penyakit campak adalah penyakit yang mudah sekali menular. Umumnya penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita saat batuk ataupun bersin.

Jadi kalau sebelumnya Anda tidak tahu apa itu campak dan seberapa menularnya maka hati-hatilah karena 90% orang yang berinteraksi erat dengan sang penderita dapat ikut juga tertular jika mereka belum memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Kekebalan terhadap Campak sebenarnya dapat terbentuk jika orang tersebut telah/pernah diimunisasi atau pernah terinfeksi virus ini sebelumnya.

Gejala Campak Pada Anak

Gejala campak pada bayi biasanya akan mulai timbul kira kira 7 sampai 14 hari dari awal terinfeksi Virus Campak (paramiksovirus), dimulai dengan demam, hidung berair, batuk, merah-merah,dan mata berair.

2-4 hari kemudian pada sang bayi mungkin akan terlihat bintik-bintik putih di mulutnya, terutama pada selaput lendir yang melapisi pipinya. Bintik-bintik ini, yang disebut bintik Koplik, muncul sebagai titik-titik putih kecil – seperti butir garam atau pasir – dan pada benjolan akan kemerahan.

3-5 hari kemudian, bintik merah campak akan mulai muncul di wajah dan leher anak Anda, kemudian berlanjut berkembang di punggungnya, kemudian ke lengan dan tangannya, dan akhirnya ke kaki. Pada saat sampai kaki biasanya bercak pada wajah akan mulai memudar.

Bintik merah dimulai sebagai bercak merah pipih tapi akhirnya berkembang menjadi beberapa benjolan. Saat penyakit campak ini mencapai puncaknya penderita akan mengalami demam yang tinggi, kadang-kadang mencapai setinggi 105 derajat F dan bintik-bintik ini mungkin akan terasa gatal.

Anak Anda mungkin mengalami mual, muntah, diare, dan beberapa pembengkakan kelenjar getah bening. Batuk akan terasa sulit, dan anak Anda akan merasa sangat tidak nyaman.

Ruam atau kemerahan pada kulit biasanya berlangsung sekitar lima hari, dan akan terlihat memudar. Ini akan memudar sesuai urutan yang muncul di tubuh anak Anda dan kulit si abak akan terlihat agak seperti bersisik.

Apa yang menyebabkan Penyakit Campak?

Campak disebabkan oleh jenis virus yang bernama paramyxovirus. Ketika seseorang bersin atau batuk, virus tersebut akan menyebar melalui butiran kecil yang menyebar melalui udara. Virus campak akan tetap aktif selama dua jam di udara maupun di permukaan. Bayi yang bernafas didekat penderita atau terjadi kontak dengan penderita maka 90% akan ikut tertular juga.

Campak pada anak akan lebih mungkin terjadi dari pada orang dewasa. Hal ini dikarenakan orang dewasa sistem kekebalan tubuhnya jauh lebih baik dibandingkan seorang anak. Selain itu, orang dewasa juga kemungkinan besar juga sudah pernah mendapatkan vaksinasi semasa hidupnya.

Imunisasi Campak Pada Anak

Sejak diperkenalkannya vaksin campak pada tahun 1963, jumlah kasus penyakit ini telah berkurang sebesar 99 persen. Sebelum itu, campak cenderung keluar dalam skala besar setiap dua sampai tiga tahun sekali, biasanya di akhir musim dingin dan awal musim semi. Sekitar 450.000 kasus dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat, dengan sekitar 450 kasus berakibat pada kematian.

Bahkan setelah pengenalan vaksin pun wabah campak masih saja terjadi dari waktu ke waktu. Antara tahun 1989 dan 1991, misalnya, terdapat 55.000 kasus yang dilaporkan, dengan 123 kasus kematian. Kebanyakan yang meninggal adalah anak-anak yang belum divaksin pada saat  prasekolah.

Imunisasi Campak pada anak/bayi biasanya pertama kali diberikan pada saat seorang anak sudah berumur 9 bulan, dan yang kedua pada umur 6 tahun. Vaksin yang diberikan pada saat imunisasi campak merupakan  vaksin  virus  hidup  yang  dilemahkan.  Setiap dosis (0,5 ml) mengandung tidak kurang dari 1000 infective unit virus strain CAM 70, serta tidak lebih dari 100 mcg residu kanamycin dan 30 mcg residu erythromycin.

Satu dosis vaksin campak pada saat imunisasi cukup untuk membentuk kekebalan terhadap infeksi. Namun untuk sebagian bayi mungkin akan mengalami demam ringan pasca pemberian Vaksin Campak. Hal ini terjadi karena tubuh membentuk sistem kekebalan tubuh baru gabungan dari vaksin imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat (demam).

Nah semoga informasi mengenai campak pada anak ini bisa bermanfaat untuk sahabat semua.


(Visited 736 times, 2 visits today)