Campak

Penyakit Campak


Sejak diperkenalkannya vaksin campak pada tahun 1963, jumlah kasus penyakit campak telah berkurang sebesar 99 persen. Sebelum itu, campak cenderung keluar dalam skala besar setiap dua sampai tiga tahun sekali, biasanya di akhir musim dingin dan awal musim semi, dan sekitar 450.000 kasus dilaporkan setiap tahun di Amerika Serikat, dengan sekitar 450 kasus berakibat pada kematian.

Bahkan setelah pengenalan vaksin pun wabah campak masih saja terjadi dari waktu ke waktu. Antara tahun 1989 dan 1991, misalnya, terdapat 55.000 kasus campak yang dilaporkan, dengan 123 kematian. Ini kebanyakan yang meninggal adalah anak-anak yang belum divaksin pada saat  prasekolah.

Apa yang menyebabkan Penyakit Campak?


Salah satu gejala campak pada bayi
Salah satu gejala campak pada bayi

Campak disebabkan oleh jenis virus yang bernama paramyxovirus. Ketika seseorang bersin atau batuk, virus tersebut akan menyebar melalui butiran kecil yang menyebar melalui udara. Virus campak akan tetap aktif selama dua jam di udara atau pada permukaan. Bayi yang bernafas didekat penderita atau terjadi kontak dengan mereka juga bereksiko terinfeksi.

Jika bayi Anda tidak diimunisasi dan dia belum pernah terkena penyakit ini ia memiliki kesempatan 90 persen terkena virus jika dia punya kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus tersebut. Biasanya diperlukan waktu tujuh sampai 18 hari untuk anak terkena virus dan akan sakit.Seseorang yang terkena campak selama empat hari akan muncul tanda-tanda.

Gejala Campak?


Gejala campak pada bayi biasanya akan mulai timbul kira kira 7 sampai 14 hari dari awal terinfeksi Virus Campak (paramiksovirus), dimulai dengan demam, hidung berair, batuk, merah-merah,dan mata berair.

Gejala Campak - Bintik bintik mereh pada seluruh tubuh
Gejala Campak – Bintik bintik mereh pada seluruh tubuh

2-4 hari kemudian pada sang bayi mungkin akan terlihat bintik-bintik putih di mulutnya, terutama pada selaput lendir yang melapisi pipinya. Bintik-bintik ini, yang disebut bintik Koplik, muncul sebagai titik-titik putih kecil – seperti butir garam atau pasir – dan pada benjolan akan kemerahan.

3-5 hari kemudian, bintik merah campak akan mulai muncul di wajah dan leher anak Anda, kemudian berlanjut berkembang di punggungnya, kemudian ke lengan dan tangannya, dan akhirnya ke kaki. Pada saat sampai kaki biasanya bercak pada wajah akan mulai memudar.

Bintik merah dimulai sebagai bercak merah pipih tapi akhirnya berkembang menjadi beberapa benjolan. Saat penyakit campak ini mencapai puncaknya penderita akan mengalami demam yang tinggi, kadang-kadang mencapai setinggi 105 derajat F dan bintik-bintik ini mungkin akan terasa gatal.

Anak Anda mungkin mengalami mual, muntah, diare, dan beberapa pembengkakan kelenjar getah bening. Batuk akan terasa sulit, dan anak Anda akan merasa sangat tidak nyaman.

Ruam atau kemerahan pada kulit biasanya berlangsung sekitar lima hari, dan akan terlihat memudar. Ini akan memudar sesuai urutan yang muncul di tubuh anak Anda dan kulit si abak akan terlihat agak seperti bersisik.

Imunisasi Campak


Imunisasi Campak - Pemberian Vaksin campak
Imunisasi Campak – Pemberian Vaksin campak

Imunisasi Campak pada bayi biasanya akan diberikan pada anak ketika berumur 9 bulan dan yang kedua pada umur 6 tahun. Vaksin  campak  yang diberikan pada saat imunisasi campak merupakan  vaksin  virus  hidup  yang  dilemahkan.  Setiap dosis (0,5 ml) mengandung tidak kurang dari 1000 infective unit virus strain CAM 70, serta tidak lebih dari 100 mcg residu kanamycin dan 30 mcg residu erythromycin.

Satu dosis vaksin campak pada saat imunisasi cukup untuk membentuk kekebalan terhadap infeksi, selain itu untuk sebaian bayi mungkin akan mengalami demam ringan pasca pemberian Vaksin Campak.



(Visited 383 times, 2 visits today)