Gangguan Pencernaan Pada Balita

Mengatasi Gangguan Pencernaan Pada Balita

Para orang tua hendaknya bekerjasama dalam mempelajari cara mengatasi masalah kesehatan pada anak, utamanya anak yang usianya masih bayi. Salah satunya adalah gangguan sistem pencernaan yang dapat dialami bayi. Bayi belum memiliki kemampuan untuk menyampaikan rasa sakitnya sehingga bayi hanya bisa menangis. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mempersiapkan diri dalam mempelajari cara mengatasi gangguan pencernaan pada balita.

Gangguan-pencernaan-pada-balita
Gangguan-pencernaan-pada-balita

Berikut adalah bebeberapa Gangguan pencernaan pada balita yang sering terjadi dan bagaimana cara mengatasinya.

Irritable bowel syndrome merupakan gangguan fungsi seluruh sistem pencernaan bayi sehingga menyebabkan sakit perut, sembelit, atau diare. Gejala: kebiasaan buang air besar (BAB) berubah, lebih sering  jika diare dan  lebih jarang jika sembelit.  Cara mengatasi: Menghentikan pemberian makanan atau minuman yang memicu timbulnya gejala, seperti yang banyak bumbu, terlalu manis, asam atau asin.

Perut kembung. Gejala gangguan pencernaan pada bayi ini adalah gumoh, muntah, diare, sembelit hingga kolik infantil. Bayi yang perutnya kembung biasanya akan mudah muntah. Untuk mengatasinya, usahakan agar bayi Anda bisa bersendawa atau mengolesi perutnya dengan minyak angin.

Sakit perut berulang. Sering dialami  anak  usia 3 tahun. Bayi  akan rewel karena belum mampu mengemukakan keluhannya. Penyebabnya bisa  gangguan psikologis, sosial, dan lingkungan yang memicu stres, seperti hari pertama sekolah. Gejala: Sakit perut berulang yang berupa serangan nyeri perut tiga kali atau lebih selama lebih dari tiga bulan dan mengakibatkan gangguan aktivitas.

Cegukan atau disebut singultus merupakan kondisi berupa kontraksi yang tiba-tiba dan ta6mpa disengaja di dekat rongga dada atau diafragma. Sehiogga akan menimbulkan isapan udara secara mendadak yang masuk ke dalam paru melewati ruang diantara pita suara atau glottis, sehingga mengakibatkan timbulnya suara yang khas. Hal itu terjadi akibat adanya rangsangan pada diafragma.

Diare karena alergi. Penyebabnya alergi terhadap protein susu sapi. Gejala:  Diare berlendir dan terkadang terdapat darah, kulit gatal kemerahan dan batuk berdahak. Atasi dengan: Menghentikan pemberian susu sapi kepada bayi dan menggantinya dengan susu kedelai atau susu khusus yang proteinnya telah diproses. Hindari produk makanan yang mengandung susu sapi.

Itulah beberapa gangguan pencernaan pada balita dan cara mengatasinya, semoga bermanfaat. Namun bila sakit pada bayi anda tidak kunjung sembuh sebaiknya anda membawa bayi anda ke dokter untuk memastikan sakitnya anak anda.


(Visited 136 times, 1 visits today)