Gizi Balita

Mengenal Gizi Balita


Sebelum kita membahas tentang gizi balita sebaiknya kita ketahui dahulu sedikit tentang balita itu sendiri. Balita adalah kelompok atau periode anak yang berusia 1 sampai 5 tahun. Usia balita bisa dibilang sebagai periode emas, karena pada usia ini sang anak akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Perkembangan ini meliputi pertumbuhan dan perkembangan dari segala aspek, seperti perkembangan otak, saraf, dan juga motorik. Pada masa ini kita akan melihat sang buah hati belajar merangkak, berjalan, berdiri, belajar mengucap mama atau papa, belajar mengenal orang disekililingnya sekaligus belajar berinteraksi dan juga berekspresi.

Atatus Gizi BalitaNamun kita juga harus waspada bahwa, pada usia ini sang anak cukup rawan terkena penyakit, oleh karena itu pemberian makanan yang baik dan sesuai akan kebutuhannya memang sangat diperlukan. Oleh karena itu sang ibu harus tahu tentang konsep gizi seimbang dan juga pola pemberian makanan yang baik sebagai makanan pendamping ASI.

Lalu apa itu Gizi yang Seimbang ? Gizi yang seimbang adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh bayi, anak atau orang dewasa tersebut harus mengandung zat tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur yang sesuai dengan kebutuhan sesuai umurnya. Berikut adalah contoh jenis makanan sesuai fungsinya :

1. Makanan sebagai zat penghasil tenaga adalah makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak, seperti:

  • Makanan penghasil karbohidrat: Beras, sagu, jagung, singkong
  • Makanan penghasil lemak: Daging, margarin, keju, minyak goreng

2. Makanan yang mengandung zat pembangun adalah makanan yang kaya akan protein, seperti:

  • Sumber protein hewani: Daging, telur, ikan, hati, dan susu
  • Sumber protein nabati: Tahu, tempe, dan kacang-kacangan

3. Makanan sebagai zat pengatur adalah makanan yang mengandung vitamin dan mineral, seperti:

  • Makanan penghasil vitamin dan mineral: Sayuran dan buah-buahan seperti kangkung, bayam, wortel, tomat, mangga, jeruk dan masih banyak lagi

Sekarang Bunda sudah tahu, kategori makanan berdasarkan fungsinya untuk pertumbuhan dan perkembangan sang bayi.

Status Gizi Balita


Status gizi balita adalah keadaan kesehatan tubuh balita berkat asupan zat gizi yang berasal dari makanan dan minuman yang disesuaikan dengan kebutuhan gizinya. Status gizi balita biasanya dikategorikan menjadi 4 kategori, yaitu: Gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, dan gizi lebih. Seorang bayi dikatakan termasuk kategori gizi baik apabila semua kebutuhan gizinya terpenuhi dengan baik, sehingga pertumbuhan dan perkembangannya berjalan dengan baik. lalu apakah yang mempunyai gizi lebih itu baik? Jawabanya adalah tentu tidak, karena anak yang kelebihan gizi juga bisa menyebabkan masalah kesehatan, dan kadang juga kita sering mendengar balita yang obesitas.

Ada 3 indikator yang mentukan status gizi balita, dan ketiga indikator inilah yang menentukan  status gizi anak balita pada suatu negara, dan ketiga indikator tersebut adalah:

  • Berat Badan menurut umur (BB/U)
  • Tinggi Badan menurut umur (TB/U)
  • Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)

Jika Bunda ingin melihat Status gizi balita di indonesia, silahkan lihat (disini), Sebaiknya di download untuk dapat melihat dengan lebih jelas dengan cara di Zoom. Data ini diambil dari data Kemenkes RI 2010.

Hati-Hati Gizi Buruk Pada Balita


Berdasarkan Data dari Kemenkes RI tahun 2010 yang bisa Anda lihat dan download diatas tadi, sebanyak 13,0% balita di Indonesia berstatus kurang gizi, dan sebanyak 4,9% berstatus gizi buruk. Dan masih bersumber pada Data yang sama menunjukkan bahwa 13,3% balita di Indonesia tergolong balita kurus, diantaranya 6,0% anak sangat kurus dan 17,1% anak memiliki kategori sangat pendek. Dari data ini menunjukan bahwa masalah gizi buruk dan kurang masih sangat banyak jika dikalikan jumlah total seluruh balita yang ada di Indonesia.

Menurut badan PBB yang mengurusi masalah kesehatan WHO menyatakan bahwa, 50% kematian anak di dunia masih didominasi oleh gizi buruk pada balita, dan oleh karena itu masalah gizi butuk pada anak ini mesti ditangani dengan cepat dan juga tepat. Dibawah ini adalah penggolongan balita berdasarkan masalah gizinya, simak ciri-cirinya:

Gizi Buruk Dengan Komplikasi Gizi Buruk Tanpa Komplikasi Gizi Kurang
Anak dengan satu atau lebih tanda berikut :

  • Terlihat Sangat kurus
  • LiLA  (Lingkaran lengan atas) < 11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan)
  • Edema pada seluruh tubuh

Disertai satu atau lebih tanda komplikasi seperti:

  • Anoreksia
  • Pneumonia berat
  • Anemia berat
  • Dehidrasi berat
  • Demam sangat tinggi
  • Penurunan kesadaran
Anak dengan satu atau lebih tanda berikut :

  • Terlihat Sangat kurus
  • Edema minimal, pada kedua punggung tangan atau kaki . (Namun ada juga yang tidak mengalami endema)
  • LiLA (Lingkaran lengan atas) <11,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan )
  • Nafsu makan baik
  • Tanpa komplikasi medis
  • Bila LiLA antara 11,5-12,5 cm (untuk anak usia 6-59 bulan)
  • Tidak ada edema
  • Nafsu makan baik
  • Tanpa komplikasi medis

Untuk balita yang kurang gizi / gizi buruk biasanya Dokter akan menangani dengan cara pemberian obat dan juga makanan guna memperbaaiki kekurangan gizinya, berikut info lengkapnya :

A. Pemulihan dengan pemberian obat

  1. Saat sang balita dibawa ke puskesmas untuk yang pertama kalinya dan dalam keadaan sakit, maka biasanya Dokter atau petugas kesehatan akan memeriksa kondisi sang anak dan memberikannya obat.
  2. Pemberian Vitamin A dosis tinggi mungkin akan diberikan pada balita yang mengalami  gizi buruk, tentunya disesuaikan dengan dosis umur sang balita.

B. Pemberian makanan untuk pemulihan gizi ( makanan yang diberikan pada penderita gizi buruk bisa berupa makanan lokal atau makanan pabrikan).

  1. Jenis makanan yang diberikan ada 3 pilihan: makanan therapeutic atau gizi siap saji, F100 atau makanan lokal dengan densitas energi yg sama terutama dari lemak (minyak/santan/margarin).
  2. Pemberian jenis Makanan untuk pemulihan gizi disesuaikan masa pemulihan (rehabilitasi) : Pada 1 minggu pertama makanan yang diberikan akan difokuskan pada makanan F 100. Sedangkan pada minggu selanjutnya jumlah dan frekuensi F100 akan dikurangi seiring dengan penambahan makanan keluarga.
  3. Tenaga kesehatan memberikan makanan untuk pemulihan gizi kepada orangtua anak gizi buruk pada setiap kunjungan sesuai kebutuhan hingga kunjungan berikutnya.

Pada intinya makanan yang diberikan pada balita penderita kurang gizi atau gizi buruk adalah makanan padat energi yang diperkaya  Vitamin dan mineral. Makanan ini akan terus diberikan selama masa pemulihan. Jenis makanan yang diberikan untuk Pemulihan Gizi dapat berupa: Makanan F100, makanan therapeutic/gizi siap saji dan makanan lokal. Makanan lokal dalam berbagai bentuk seperti : cair, lumat, lembek, padat.

Jika ada yang tidak tahu makanan F100 dan makanan gizi siap saji (therapeutic feeding) itu terbuat dari bahan apa berikut penjelasannya,  makanan pemulihan tersebut adalah makanan yang bahan dasarnya adalah minyak, susu, tepung, gula, kacang-kacangan dan sumber hewani. Kandungan lemak sebagai sumber energi sebesar 30-60 % dari total kalori.

(Sumber Informasi : PEDOMAN PELAYANAN ANAK GIZI BURUK – KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2 0 1 1)


Related Posts:

This entry was posted in Kesehatan Bayi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.