Gizi Buruk Pada Balita

Pencegahan Terjadinya Kekurangan Gizi Pada Balita

Gizi buruk pada balita terjadi pada saat pertumbuhan berat badan dan tinggi badan seorang anak tidak seimbang, kondisi kekurangan gizi yang terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama akan menyebabkan gizi buruk yang sering disebut dengan istilah kurang kalori protein(KKP) atau kurang energi protein (KEP).

Pertumbuhan pada usia balita sebaiknya dipantau dengan melihat grafik berat badan dan melihat juga tinggi badannya apakah sudah seimbang atau tidak seimbang antara berat badan dan tinggi badan. Gizi buruk pada balita dapat diakibatkan oleh kekurangan konsumsi karbohidrat, kekurangan protein dan kekurangan dua-duanya.

Beberapa cara untuk mencegah terjadinya gizi buruk pada Balita:

  • Memberikan ASI eksklusif (hanya ASI) sampai anak berumur 6 bulan. Setelah itu, anak mulai dikenalkan dengan makanan tambahan sebagai pendamping ASI yang sesuai dengan tingkatan umur, lalu disapih setelah berumur 2 tahun.
  • Anak diberikan makanan yang bervariasi, seimbang antara kandungan protein, lemak, vitamin dan mineralnya. Perbandingan komposisinya: untuk lemak minimal 10% dari total kalori yang dibutuhkan, sementara protein 12% dan sisanya karbohidrat.
  • Rajin menimbang dan mengukur tinggi anak dengan mengikuti program Posyandu. Cermati apakah pertumbuhan anak sesuai dengan standar di atas. Jika tidak sesuai, segera konsultasikan hal itu ke dokter.
  • Jika anak dirawat di rumah sakit karena gizinya buruk, bisa ditanyakan kepada petugas pola dan jenis makanan yang harus diberikan setelah pulang dari rumah sakit.
  • Jika anak telah menderita karena kekurangan gizi, maka segera berikan kalori yang tinggi dalam bentuk karbohidrat, lemak, dan gula. Sedangkan untuk proteinnya bisa diberikan setelah sumber-sumber kalori lainnya sudah terlihat mampu meningkatkan energi anak.
  • Berikan pula suplemen mineral dan vitamin penting lainnya. Penanganan dini sering kali membuahkan hasil yang baik. Pada kondisi yang sudah berat, terapi bisa dilakukan dengan meningkatkan kondisi kesehatan secara umum.

(Visited 46 times, 1 visits today)