Ikterus Adalah – Penjelasan Apa Itu Ikterus | Bayi7.Com

Apa itu Ikterus (jaundice)? Ikterus adalah suatu kondisi dimana terjadi perubahan warna pada kulit, selaput putih mata (sklera) atau jaringan lainnya seperti membran mukosa yang menjadi kekuningan akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam darah. Kalau dimasyarakat kondisi ini lebih dikenal dengan istilah penyakit kuning.

Kata ikterus (jaundice) berasal dari bahasa Perancis jaune yang berarti kuning.

Bilirubin sendiri adalah senyawa yang merupakan produk katabolisme dari heme yang berasal dari pecahan hemoglobin (heme dan globin), dari sel darah merah (eritrosit) yang sudah tua atau rusak.

Hemeglobin merupakan bagian dari eritrosit (sel darah merah) yang bertugas mengikat oksigen dan membawanya dari paru paru ke organ-organ tubuh lainnya.

Bilirubin diketahui adalah senyawa yang memiliki warna kekuningan, dan itulah kenapa ketika terjadi kondisi kadar bilirubin yang meningkat dalam tubuh maka kulit, sklera mata, dan organ lainnya seperti mukosa menjadi berwarna kuning.

Ikterus adalah - Apa itu Ikterus
Ikterus adalah – Apa itu Ikterus

Ikterus adalah kondisi medis yang bisa dialami oleh bayi hingga orang dewasa

Ikterus adalah kondisi medis yang tidak hanya bisa dialami oleh bayi yang baru lahir saja, tapi orang dewasapun bisa juga mengalaminya. Cuman untuk orang dewasa kita kita lebih familier dengan istilah penyakit kuning atau penyakit liver/hati.

Nah seperti yang tadi sudah dijelaskan diawal, Ikterus adalah suatu kondisi dimana terjadi perubahan warna pada kulit, selaput putih mata (sklera) atau jaringan lainnya seperti membran mukosa yang menjadi kekuningan akibat meningkatnya kadar bilirubin dalam darah. Lalu yang jadi pertanyaanya, apa sih yang menjadi penyebab meningkatnya kadar bilirubin pada bayi yang baru lahir tersebut.

Penyebab meningkatnya kadar bilirubin yang merupakan penyebab terjadinya ikterus pada bayi

Bersumber dari website resmi IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia, ikterus yang terjadi pada bayi yang baru lahir (neonatus) bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:

  • Bayi yang baru lahir (neonatus) memerlukan adaptasi kurang lebih satu minggu untuk bisa mengeksresikan sendiri bilirubin keluar dari tubuhnya, dimana pada masa janin bilirubin diekskresi (dikeluarkan) melalui plasenta ibu
  • Jumlah sel darah merah lebih banyak pada neonatus
  • Pada bayi yang baru lahir, umur sel darah merah (eritrosit) lebih singkat dibandingkan umur sel darah merah pada orang yang usianya lebih tua
  • Jumlah albumin untuk mengikat bilirubin pada bayi prematur (bayi kurang bulan) atau bayi yang mengalami gangguan pertumbuhan intrauterin (dalam kandungan) sedikit.
  • Uptake (ambilan) dan konyugasi (pengikatan) bilirubin oleh hati belum sempurna, terutama pada bayi prematur
  • Sirkulasi enterohepatik meningkat
Sumber : Ikterus pada neonatus | IDAI - Ikatan Dokter Anak Indonesia

Klasifikasi Ikterus

Berdasarkan kondisinya, Ikterus diklasifikasikan menjadi 2, yaitu:

Ikterus Fisiologis

Ikterus fisiologis adalah ikterus / penyakit kuning pada bayi yang umumnya muncul pada hari kedua atau ketiga setelah kelahiran bayi. Kondisi ini biasanya akan berlangsung selama 10-12 hari hingga akhirnya menghilang seiring dengan mulai berkembangnya fungsi hati.

Secara garis besar, berikut ini klasifikasi dari ikterus fisiologis:

  • Warna kekuningan mulai nampak pada hari ke-2 sampai hari ke-4.
  • Secara kasat mata, bayi nampak sehat.
  • Warna kuning berangsur hilang setelah 10-14 hari.
  • Kadar bilirubin (pigmen empedu) tidak dalam kadar yang membahayakan, kurang dari 12 mg%.
  • Tidak mempunyai potensi menjadi kern-ikterus

Yang bisa menentukan kondisi ini fisiologis atau itu patologis pada ikterus adalah dokter, berdasarkan hasil pengamatan dan pemeriksaan.

Salah satu penyebab terjadinya ikterus fisiologis adalah fungsi dari hati bayi masih belum berfungsi sempurna untuk menguraikan bilirubin ini. Akibatnya, terjadilah penumpukan bilirubin dalam darah di tubuh bayi, dan inilah sebenarnya penyebab terjadinya penyakit kuning pada bayi baru lahir, atau lebih tepatnya kondisi kuning pada bayi yang baru lahir (ikterus fisiologis atau kuning fisiologis)

Lalu bagaimana bayi yang masih dalam kandungan yang notabene organ hatinya sangat belum sempurna melakukan proses ini. Ternyata pada saat bayi masih dalam rahim hati ibulah yang mengambil alih tugas penguraian bilirubin ini.

Ikterus Patologis

Ikterus patologis adalah suatu keadaan dimana kadar bilirubin dalam darah mencapai suatu nilai yang mempunyai potensi untuk menimbulkan kern ikterus kalau tidak ditanggulangi dengan baik. Kern ikterus (ensefalopati biliaris) ialah suatu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak

Berikut ini klasifikasi dari ikterus patologis, antara lain:

  • Warna kekuningan / ikterus sudah muncul sejak 24 jam setelah lahir
  • Warna kekuningan dengan cepat menyebar kesekujur tubuh bayi
  • Warna kekuningan ini lebih lama menghilang, biasanya lebih dari 2 minggu
  • Kadang disertai dengan kondisi kulit yang memucat (anemia)
  • Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah lebih dari 12 mg

Ikterus adalah kondisi yang tetap harus diwaspadai jika ini terjadi pada buah hati kita. Akhir kata mudah mudahan informasi ini bermanfaat untuk kita semua.


(Visited 2,353 times, 3 visits today)