Kembar Siam

Apa itu Bayi Kembar Siam


Bayi kembar siam atau yang biasa dikenal dengan bayi kembar dempet adalah bayi kembar identik yang terjadi karena sel telur gagal memisahkan diri setelah pembuahan telur berlangsung, kurang lebih 13 hari atau lebih setelah awal pembuahan.

Proses Terjadinya Bayi Kembar Siam


Kembar Siam Abigail and Brittany Hensel

Kembar Siam Abigail and Brittany Hensel

Bayi kembar sendiri pada dasarnya dibedakan menjadi dua, yakni monozigot dan dizigot. Penjelasannya seperti yang bisa anda baca dibawah ini:

  1. Kembar monozigot. Kembar Monozigot adalah kembar yang berasal dari  1 sel telur yang dibuahi 1 buah sperma, lalu setelah dibuahi sel telur membelah menjadi 2 buah embrio. Nantinya kedua bayi tersebut akan memiliki wajah yang umumnya sangat mirip dan sulit dibedakan.
  2. Kembar Dizigot. Sedangkan bayi kembar dizigot berasal dari dua buah sel telur yang memang terpisah dan dibuahi oleh 2 buah sperma yang berbeda dalam waktu yang bersamaan, kembar ini bisa saja memiliki wajah yang tidak mirip satu sama lain seperti layaknya bayi yang lahir berbeda karena memang berasal dari telur yang berbeda pula.

Dari seluruh jumlah kelahiran kembar, sepertiganya adalah monozigot. Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan, lalu dibuahi oleh sperma. Akibatnya, kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan. Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma, lalu membelah dua. Masa pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi bayi kelak dan inilah awal dari kelahiran bayi kembar siam.

Masa pembelahan sel telur terbagi dalam empat waktu, yaitu 0 – 3 hari, 4 – 8 hari, 9 -12 dan 13 hari atau lebih. Berikut penjelasannya:

  1. Kembar Siam Thoracopagus

    Kembar Siam Thoracopagus

    Pada pembelahan pertama 0 -3 hari, akan terjadi diamniotik yaitu rahim mempunyai dua selaput ketuban dan punya dua buah plasenta.

  2. Sedangkan pada pembelahan kedua 4 – 8 hari, selaput ketuban tetap dua, tapi rahim hanya punya satu plasenta. Pada kondisi ini, bisanya hanya salah satu bayi yang mendapat banyak makanan, sementara bayi satunya tidak. Akibatnya, perkembangan bayi bisa terhambat. Berkat teknologi kedokteran yang makin maju masalah ini kemungkinan bisa diatasi.
  3. Pada pembelahan ketiga 9 – 12 hari, selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya sebuah, tapi bayi masih membelah dengan baik.
  4. Pada pembelahan keempat 13 hari lebih, rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban, sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. Karena waktu pembelahannya yang terlalu lama maka kemungkinan sel telur gagal membelah sangatlah besar dan sel telur keburu berdempet. Inilah yang terjadi terhadap bayi kembar siam atau kembar dempet, Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya lebih dari 13 hari.

Dari keempat pembelahan yang telah disebutkan diatas maka tentu saja yang terbaik adalah pembelahan yang pertama, karena sel telur bisa membelah dengan sempurna. Namun, keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya karena semuanya tergantung  faktor yang mempengaruhi sewaktu pembelahannya, dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet, biasanya dikaitkan dengan infeksi, kurang gizi, dan masalah lingkungan.


Kembar Siam Abigail dan Brittany Hensel


Faktor Penyebab Bayi Terlahir Kembar Siam


Ada pun faktor-faktor yang diduga memicu terjadinya gangguan segmentasi yang kemudian melahirkan bayi kembar siam di antaranya yaitu:

  1. Penyakit Pada ibuMungkin, pada saat si ibu sedang hamil beliau menderita penyakit tertentu yang kemudian mengganggu sistem metabolisme tubuhnya. Sayangnya, sampai saat ini belum diketahui pasti bagaimana penyakit itu mempengaruhi terjadinya proses gangguan segmentasi, entah itu penyakit berat seperti jantung atau penyakit ringan semacam flu.
  2. ObatPada trimester atau 3 bulan pertama ibu hamil sangat dianjurkan menghindari obat-obatan. Penggunaan obat-obatan secara sembarangan, terutama yang beredar di pasaran bebas, seperti obat pusing, flu, atau demam, dikhawatirkan menimbulkan kelainan yang berpeluang besar memunculkan kasus kembar siam. Di awal pertumbuhannya, janin sangatlah sensitif terhadap pengaruh apa pun, terutama obat-obatan yang jelas-jelas mengandung banyak zat kimia.
  3. Zat KimiaBagaimanapun zat kimia dalam bentuk apa pun sama-sama punya kans untuk mengganggu proses segmentasi. Kendati demikian, belum bisa dipastikan mengapa dan seberapa fatal pengaruhnya karena belum ada penelitian mendalam tentang hal ini.
  4. NarkobaBelum ditemukan adanya kaitan langsung antara zat-zat yang bisa menimbulkan kecanduan dengan terjadinya kembar siam karena memang belum ada penelitian ke arah sana. Ada baiknya menghindari obat-obatan terlarang ini yang berkemungkinan besar menimbulkan kecacatan, baik fisik maupun mental.
  5. PolusiPolusi udara, terutama dari kendaraan bermotor dengan kandungan karbonmonoksida atau timbal jelas berbahaya bagi kesehatan, termasuk kesehatan ibu dan janin. Sayangnya, hingga sekarang, data secara pasti bahwa polusi udara ikut ambil bagian dalam memunculkan kasus kembar siam masih sebatas dugaan yang perlu diteliti lebih jauh.

Jenis-jenis Bayi Kembar Siam


  1. Thoracopagus: kedua tubuh bersatu di bagian dada (thorax). Jantung selalu terlibat dalam kasus ini. Ketika jantung hanya satu, harapan hidup baik dengan atau tanpa operasi adalah rendah. (35-40% dari seluruh kasus)
  2. Omphalopagus: kedua tubuh bersatu di bagian bawah dada. Umumnya masing-masing tubuh memiliki jantung masing-masing, tetapi biasanya kembar siam jenis ini hanya memiliki satu hati, sistem pencernaan, diafragma dan organ-organ lain. (34% dari seluruh kasus)
  3. Xiphopagous: kedua tubuh bersatu di bagian xiphoid cartilage.
  4. Pygopagus (iliopagus): bersatu di bagian belakang. (19% dari seluruh kasus)
  5. Cephalopagus: bersatu di kepala dengan tubuh yang terpisah. Kembar siam jenis ini umumnya tidak bisa bertahan hidup karena kelainan serius di otak. Dikenal juga dengan istilah janiceps (untuk dewa Janus yang bermuka dua) atau syncephalus.
  6. Cephalothoracopagus: Tubuh bersatu di kepala dan thorax. Jenis kembar siam ini umumnya tidak bisa bertahan hidup. (juga dikenal dengan epholothoracopagus atau craniothoracopagus)
  7. Craniopagus: tulang tengkorak bersatu dengan tubuh yang terpisah. (2%)
  8. Craniopagus parasiticus – bagian kepala yang kedua yang tidak memiliki tubuh.
  9. Dicephalus: dua kepala, satu tubuh dengan dua kaki dan dua atau tiga atau empat lengan (dibrachius, tribrachius atau tetrabrachius) Abigail dan Brittany Hensel, adalah contoh kembar siam dari Amerika Serikat jenis dicephalus tribrachius.
  10. Ischiopagus: kembar siam anterior yang bersatu di bagian bawah tubuh. (6% dari seluruh kasus)
  11. Ischio-omphalopagus: Kembar siam yang bersatu dengan tulang belakang membentuk huruf-Y. Mereka memiliki empat lengan dan biasanya dua atau tiga kaki. Jenis ini biasanya memiliki satu sistem reproduksi dan sistem pembuangan.
  12. Parapagus: Kembar siam yang bersatu pada bagian bawah tubuh dengan jantung yang seringkali dibagi. (5% dari seluruh kasus)
  13. Diprosopus: Satu kepala dengan dua wajah pada arah berlawanan.

Semoga ulasan yang kami berikan bermanfaat bagi anda semua. SALAM.


Related Posts:

This entry was posted in Ibu dan Bayi, Kesehatan Bayi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.