Kulit Bayi

Tips Cara Merawat Kulit Bayi


Kulit bayi sangatlah tipis namun lembut, jadi berhati-hatilah karena kulit bayi cukup atau bahkan bisa dibilang sangat sensitif dengan keadaan disekitarnya. Dalam merawat kulit bayi mungkin secara umum sama saja, namun perlu sebuah kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup agar masalah yang terjadi tidak berakibat fatal untuk sang buah hati.

Perlu untuk Bunda ketahui juga, bahwa Kulit bayi juga cukup rentan terhadap infeksi. Sistem perlindungan terhadap mikroorganisme belum 100% sempurna. Oleh sebab itu, perlakuan serta perawatan yang extra terhadap kulit bayi yang sensitif sangatlah penting, terlebih pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Berikut tips cara merawat kulit bayi yang bisa bunda praktekan :

1

Tips Memandikan dan membersihkan Kulit Bayi
Para ahli menganjurkan, bahwa bayi yang baru lahir tidak perlu sering dimandikan, namun bagaimanapun kulit bayi mesti dibersihkan. Bunda cukup menyekanya saja menggunakan lap lembut yang dibasahi dengan air hangat. Lengkapnya Bunda bisa membaca tips memandikan bayi tanpa berendam disini >> Tips Memandikan Bayi <<.

2

Biang Keringat
Biang keringat pada bayi pada umumnya terjadi karena tersumbatnya kelenjar keringat. Mengapa ini bisa terjadi ? ini adalah karena fungsi dari kelenjar keringat pada bayi belumlah sempurna seperti kita orang dewasa.
Untuk mengatasi biang keringat pada bayi biasanya baju bayi diganti dengan yang kering, lap keringat yang ada pada bayi dan perhatikan di area lipatan kulit. Jangan memakaikankan bayi baju yang terlalu ketat, dan tempatkan bayi diruangan yang segar, tidak pengap dan udara bisa keluar masuk dengan lancar. Untuk lebih lengkapnya mengenai biang keringat, Bunda bisa membacanya disini >> Apa itu Biang Keringat << .

3

Ruam Popok
Ruam Popok pada bayi adalah sejenis ganguan kulit yang ada di area yang tertutup popok bayi. Ruam popok mungkin bisa disebut seperti peradangan kulit yang diakibatkan oleh kelembaban pada bokong bayi, biasanya terjadi karena kita telat mengganti popok pada saat popok tersebut sudah basah terkena urin atau terkena kotoran bayi (pup). Untuk mencegahnya sebaiknya jangan menunda mengganti popok bayi jika sudah basah atau kotor, beri krim untuk menghilangkan ruam popok jika memang sudah terjadi. Info lengkap mengenai ruam popok pada bayi silahkan baca saja disini >> Tips mengganti popok Bayi dan kenali penyakit ruam popok pada bayi <<.

4

Gunakan Sabun Khusus Bayi
Seperti yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya bahwa kulit bayi sangat sensitif dan rawan. Gunakanlah sabun bayi yang bersifat superfatted, yaitu sabun bayi yang mengandung minyak zaitun dan lemak, sehingga kulit bayi terjaga kelembabannya. Hindari juga menggunakan sabun yang mengandung parfum atau sulfur, karena kemungkinan bisa menyebabkan iritasi.

5

Menjemur Bayi di Pagi Hari
Menjemur bayi dipagi hari dibawah sinar matahari yang baru terbit sangat baik untuk kesehatan tubuhnya, pilihlah waktu kira-kira pada pukul 07.00 – 08.00 pada saat matahari baru mulai muncul. Cukup 15 – 20 menit setiap hari, meski ada juga yang menjemur nya 20 – 30 menit setiap hari. Manfaat bayi dijemur adalah terjaminnya vitamin D pada tubuhnya, karena produksi vitamin D dibawah kulitnya terbantu oleh paparan sinar matahari. Manfaat Vit-D adalah berfungsi dan membantu penyerapan kalsium didalam tubuh, dan menjaga keseimbangan mineral dalam darah.

6

Hati-Hati Terhadap Penggunaan Bedak BAyi
Bedak bayi memang lembut dan harum, namun hati hati pada saat penggunaannya. Jangan menaburkan bedak langsung ke tubuh bayi, karena hal ini bisa mengakibatkan bedak terhirup ke paru-paru bayi, jika ingin menggunakannya maka taburkan ditangan dahulu lalu baru usapkan secara perlahan. Jauhkan bedak dari daerah kelamin, dan jangan sampai bedak menempel didaerah lipatan kulit, karena kulit yang terkumpul pada lipatan bisa mengakibatkan jamur dan iritasi.

Kejadian Pada Kulit Bayi Yang Baru Lahir


Apakah Bunda ingat bahwa pada saat sikecil lahir, kulitnya berwarna biru-keabuan, basah, dan bernoda darah serta verniks, lalu setelah satu atau dua menit kemudian sang bayi akan mulai bernapas dengan baik dan lambat laun warna kulitnya pun akan berubah menjadi warna kulit normal, dimulai dari bagian kulit wajah lalu kebagian badan, tangan, kaki hingga akhirnya ke jari-jari kaki dan tangan bayi.

Seiring Bunda memandang sang bayi dengan rasa penuh kasih sayang, maka Bunda mungkin saja akan melihat hal-hal lain pada saat merawat kulit sang bayi. Mungkin tidak semua bayi mengalami hal yang sama namun Bunda bisa mengetahui kalau salah satunya terjadi pada sang buah hati setelah dia lahir, berikut beberapa istilah dari kejadian yang mungkin saja terjadi pada kulit bayi yang baru lahir.

1

Verniks Kaseosa
Verniks Kaseosa adalah substansi atau lapisan putih seperti krim yang fungsinya melindungi kulit bayi sebelum dia lahir dan pada saat masih berada dalam rahim. Terkadang lapisan ini masih menempel pada kulit bayi terlebih pada bagian lipatan kulit bayi, untuk menghilangkannya JANGAN menggosoknya dengan kuat karena bisa menyebabkan kulit bayi terkelupas, cukup dengan lembut saja biasanya lapisan ini akan hilang.

2

Stork Bite/angel kisses
Ada juga yang menyebutnya Gigitan Bangau, adalah tanda kecil berwarna merah atau daerah kemerahan pada kulit bayi yang umumnya hanya bersifat sementara dan tidak permanen, dalam istilah medis biasa disebut Nevus simplex. Tanda ini biasanya nampak pada bagian belakang leher bayi, kelopak mata, hidung, dan juga dahi bayi. Bunda tidak perlu khawatir karena tanda ini tidak berbahaya.

3

Ikterus
Ikterus adalah keadaan dimana kulit bayi berwarna kekuningan, jika ini terjadi maka sang bayi mungkin mengalami  ikterus lahir, hal ini terjadi karena fungsi hati bayi belum berfungsi secara optimal. Namun Bunda bisa menghubungi dokter apabila mersa khawatir, atau mungkin warna kuningnya cukup menonjol. Dokter biasanya akan menempatkannya dibawah lampu bilirubin atau membungkusnya dengan selimut bilirubin untuk mengobatinya.

4

Bercak Mongolian
Bercak MongolianBercak Mongoloian adalah daerah berpigmen gelap dan biasanya muncul didaerah punggung bagian bawah dan pantat bayi, namunpada beberapa kasus bisa muncul jika didaerah paha atau tangan bayi. Umumnya tanda ini seperti bekas kena luka lecet yang berwarna hitam dan biru, namun ini akan hilang dengan sendirinya dan menjadi kabur kira-kira hingga usia bayi berumur 4 tahun, namun untuk memastikannya sebaiknya Bunda memeriksakan Bayinya agar tidak terjadi salah analisa.

5

Milia
Milia adalah bintik-bintik putih yang biasanya terdapat pada hidung, dahi, dan pipi bayi. Bentuknya mirip jerawat namun bukan jerawat. Seiring berfungsinya kelenjar jerawat maka flex putih ini kelamaan akan pudar dan hilang. Jika Bunda merasa khawatir dengan bayinya maka tidak ada salahnya Bunda mengeceknya ke dokter anak terdekat.

Semoga beberapa tips merawat kulit bayi ini bisa menjadi masukan buat Bunda dan semua yang sedang memiliki bayi. Dengan pengetahuan yang cukup dalam merawat bayi tentu jaauh lebih baik dari pada tidak sama sekali. Semoga Bermanfaat.


Related Posts:

This entry was posted in Ibu dan Bayi, Kesehatan Bayi and tagged , , , . Bookmark the permalink.