Makanan Terbaik Untuk Bayi

Makanan Terbaik Untuk Bayi

Memiliki buah hati adalah dambaan setiap orang tua, namun tentunya sudah pasti merupakan tanggung jawab kita untuk memberikan yang terbaik untuk anak atau bayi kita tercinta. Begitu juga dalam hal yang paling pokok, yaitu memberinya makanan bayi yang terbaik untuk asupan gizi mereka. Kita harus bisa memberikan makanan yang mengandung gizi seimbang yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anak atau bayi kita, dan kita juga harus bisa memberikan vairiasi dalam penyajiannya agar anak atau bayi kita tidak bosan dan mau menyantapnya dengan senang.

Makanan bayi adalah semua jenis makanan selain ASI atau susu formula yang dibuat khusus untuk bayi, kira-kira makanan bayi ini dapat diberikan pada bayi kita ketika usia mereka berada pada kisaran usia empat – enam bulan sampai 2 tahun. Namun demikian, tidak jarang pula para dokter atau para ahli gizi menyarankan kepada para ibu untuk tetap memberikan makanan bayi  berupa ASI atau susu formula hingga bayi hingga bayi mereka berumur 6 bulan, mengapa? Para ahli gizi berkata hal ini dilakukan agar supaya Bayi kita tidak terlalu alergi atau kata lainnya adalah untuk mengurangi resiko alergi terhadap makanan bayi selain ASI atau susu Formula di kemudian hari.

Memberikan makanan bayi pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap agar supaya Bayi kita dapat menerimanya secara perlahan dan terhindar dari reksiko alergi terhadap makanan bayi tambahan selain ASI yang telah disebutkan tadi diawal, selain itu perhatikan juga jenis makanannya, tekstur maupun porsinya. kekentalan makanan bayi dan jumlah harus sesuai dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi harus diberikan makanan semi padat, sedangkan makanan padat diberikan ketika bayi sudah mulai tumbuh giginya. Porsi makanan juga berangsur mulai dari satu sendok hingga berangsur-angsur bertambah sesuai porsi bayi. Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, buah-buahan misalnya, seperti; pisang, alpukat dan pepaya, setelah diberi makanan bayi tersebut perhatikan apakah bayi menerima makanan yang diberikan atau tidak.

Faktor lain yang perlu kita perhatikan sebagai orang tua adalah kandungan gizi dari makanan bayi tersebut. Untuk makanan bayi instant, Anda bisa baca label daftar gizi yang terkandung di dalam produk terlebih terlebih dahulu. Pastikan Anda memilih makanan bayi instant yang tidak mengandung rasa buatan. Sedangkan untuk pemilihan bahan dasar makanan yang akan dibuat sendiri di rumah, kandungan gizi bisa Anda ketahui dengan memahami prinsip piramida makanan untuk bayi dengan gizi seimbang.

Kita sebagai orang tua juga harus memperhatikan cara pengolahan makanan bayi secara aman. Bila Anda memilih dengan cara dipanaskan, maka perhatikanlah suhu panas yang tepat untuk memasak makanan bayi agar segala kuman dan bakteri bisa mati. Sebaiknya jangan pernah menggunakan bumbu penyedap pada saat mengolah makanan bayi. Bumbu penyedap yang mengandung MSG berpotensi menyebabkan kerusakan sel otak dan bisa mengurangi fungsi kekebalan tubuh si kecil. Dan jangan lupa untuk mencicipi makanan bayi yang sudah matang sebelum diberikan kepada si kecil, untuk mengetahui apakah suhu pada makanan tersebut sudah nyaman untuknya. Namun, jika Anda ingin mendinginkan makanan bayi, perhatikan suhu kamar yang tepat dan bekukan di dalam lemari pembeku. Pastikan pula kebersihan lemari es yang Anda miliki dan jangan campurkan makanan bayi yang dibekukan dengan makanan dewasa yang memilik bau tajam seperti durian, petai, buah nangka dan lain -lain. Ingatlah untuk selalu mengingat apa yang si kecil makan dan perhatikan apakah makanan bayi yang anda berikan memengaruhi kondisi kesehatan tubuhnya, terutama fungsi pencernaannya, jika iya maka segera hentikan dan ganti dengan makanan bayi yang lain, mungkin saja bayi atau anak anda tidak cocok dengan makanan bayi tersebut.


(Visited 19 times, 1 visits today)