Mengatasi Sembelit Pada Balita

Mengatasi Sembelit Pada Balita

Sembelit adalah suatu kondisi dimana kotoran (feses atau kotoran) menjadi lebih kencang dan lebih keras. Anak Anda akan terganggu atau kesakitan ketika mereka harus mengosongkan perut mereka, dan perut tidak akan dikosongkan sesering biasanya.

Seorang bayi yang disusui akan sangat jarang mendapatkan sembelit karena ASI lebih mudah dicerna. Bayi yang diberi ASI memiliki jenis membantu beberapa bakteri di usus besar mereka yang mampu memecah beberapa, jika dicerna protein karbohidrat dan lemak dalam susu. Akibatnya, kotoran mereka lebih lembut, membuat buang air besar lebih mudah. ASI juga mengandung hormon yang disebut motilin yang meningkatkan gerakan usus bayi, membantu mereka untuk mengosongkan.

Dehidrasi dapat menyebabkan sembelit. Tapi jika bayi disusui sedikit dehidrasi atau kering ia biasanya dapat hanya mengambil lebih banyak susu, seperti susu botol bayi yang bisa minum tidak lebih dari apa yang ada dalam botol. Komposisi ASI juga akan mengubah sebagaimana bayi Anda yang tumbuh lebih tua, sehingga akan memasok kebutuhan bayi Anda setiap saat.

Mengatasi Sembelit Pada Balita

Mengatasi Sembelit Pada Balita

Sedangkan bayi yang diberi susu botol sering menderita sembelit karena susu formula lebih sulit untuk bayi untuk mencernanya. Seorang bayi yang menerima susu formula hanya biasanya akan memiliki buang air besar kurang dari seorang anak yang disusui. Kotoran mereka akan lebih tebal dan memiliki warna yang berbeda dan lebih kehijauan.

Beberapa cara untuk mengatasi masalah sembelit pada bayi diantaranya:

  • Memandikan bayi dengan air hangat. Mandi dengan menggunakan air hangat akan membuat bayi merasa nyaman.
  • Mengoleskan lotion  atau baby oil di daerah sekitar anus bayi. Dengan mengoleskan lotion atau baby oil maka daerah di sekitar anus bayi akan menjadi lebih lembut dan tidak terasa kaku.
  • Setelah bayi mulai makan padat, berikanlah lebih banyak makanan yang berserat dari buah dan sayuran. Mulailah membiasakan anak menyukai makan sayur dan buah yang kaya serat alami sejak bayi, agar kelak mereka sadar bahwa semua itu sangat berguna menjaga kesehatan tubuh.

Jumlah buang air besar bayi memiliki jumlah yang bervariasi dan yang ‘normal’ dapat berkisar saat membuang air besar beberapa kali sehari , paling sesedikit seminggu sekali. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, ada bisa sampai tiga minggu antara buang air besar. Seorang bayi hanya harus diberikan laksatif jika dia atau dia terganggu oleh interval panjang antara buang air besar atau tampaknya memiliki kesulitan atau nyeri buang air besar.

Related Posts:

This entry was posted in Kesehatan Bayi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.