Adab Menyambut Kelahiran Bayi Secara Islami

Adab menyambut kelahiran bayi secara Islami. Bayi adalah sebuah karunia terindah bagi siapa saja yang ada di muka bumi ini, kehadirannya membawa sejuta kebahagiaan, haru dan penuh kasih sayang. Berbahagialah bagi siapa saja yang sudah memiliki anak, dan bersabarlah bagi mereka yang belum atau masih menunggu kelahiran buah hati anda.

Adab menyambut kelahiran bayi secara islami
Adab menyambut kelahiran bayi secara islami
Image credit: Title: My newborn baby, Thanks to Oriol Martinez, at www.freeimages.com/photo/my-newborn-baby-1495472

Adab Menyambut Kelahiran Bayi Secara Islami

Dalam tradisi umat islam ada beberapa hal yang biasa dilakukan dalam menyambut kelahiran bayi yang baru lahir, diantaranya adalah:

1.  Membacakan Adzan pada kuping bayi

Cukup lantunkan Adzan kecil saja, dan tidak perlu dengan suara keras. Dasar yang digunakan untuk pijakan dalam membacakan adzan pada anak atau bayi yang baru lahir adalah Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang artinya :

Aku melihat Nabi Rasulullah SAW membacakan adzan di telinga Hasan bin Ali ketika Fatimah melahirkan” ( HR.Abu Dawud)

Pengaruh suara Adzan yang di perdengarkan di telinga diharapkan dapat menjauhkan si anak dari bisikan syetan yang senantiasa menunggu kelahirannya untuk dijadikan pengikutnya dan kelak diajaknya bersama sama ke neraka. Dengan mengumandangkan Adzan paling tidak sudah membuat gusar Syetan karena Asma-Asma Allah lah yang pertama masuk ketelinganya.

Selain itu lantunan adzan yang diperdengarkan ke telinga bayi juga bisa diartikan sebagai pengingat untuk yang sang bayi akan janjinya kepada Allaw SWT sebelum dilahirkan ke dunia ini, dimana semua ruh sudah mengakui ke’ Esaan Allah. (sumber: Ustad Abdul Somad – Maksud dibalik Adzan)

2. Pemberian Nama yang baik bagi bayi

Pemberian nama anak yang baik di hari ke-7 merupakan sebuah langkah awal orang tua dalam mendidik anaknya, berikanlah nama bayi yang mengandung makna yang baik pada anak anda sebaik harapan anda kepadanya kelak, karena nama yang mempunyai makna yang baik bisa jadi dapat mengontrol prilaku dia dalam berprilaku ketika anak anda besar nanti.

3. Aqiqah

Aqiqoh adalah menyembelih hewan kurban (domba atau kambing) sebagai bentuk syukur kita kepada Allah SWT atas karunia yang telah diberikan Allah kepada kita berupa Anak yang nantinya akan kita rawat. Rasululah Saw dan para sahabat selalu melakukannya, dan banyaknya adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki, boleh jantan boleh juga betina dengan minimal umur binatang kurbannya adalah 1 tahun. Dan satu ekor kambing untuk anak perempuan.

Memotong domba atau kambing merupakan sebuah perbuatan yang sangat mulia, hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang berbunyi:

““Seorang anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya, disembelih darinya (kambing) pada hari ketujuh kelahirannya, dicukur rambutnya dan diberi nama” (HR. An-Nasa’I, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Daging dari domba atau kambing yang dipotong kemudian dibagikan kepada fakir miskin atau tetangga.

Mencukur Rambut Bayi

Mencukur rambut bayi atau anak yang baru lahir bisa dilakukan sewaktu-waktu baik itu sebelum aqiqah ataupun setelah aqiqah. Karena pada dasarnya hukum dalam islam untuk mencukur rambut di hari ketujuh setelah kehiran adalah sunnah muakkad (baik untuk bayi laki-laki maupun bayi perempuan) bukan wajib.

Setelah mencukur rambut bayi, disunnahkan untuk bersedakah seberat rambut yang dicukur berupa emas atau perak. Dan ketentuan bersedekah ini boleh dilakukan kapan saja, karena tidak ada dalil yang membatasi harinya, hanya saja lebih baik dan afdhol apabila dilakukan segera setelah mencukur rambut. (Sumber: bimasislam.kemenag.go.id – adab memotong rambut bayi baru lahir)

Nah itu dia sekilas tentang adab untuk menyambut kelahiran seorang bayi secara Islami. Untuk lebih detilnya sahabat bisa menulusurinya langsung ke sumbernya melalui link-link yang sudah kami sertakan.


(Visited 320 times, 5 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *