Obesitas Pada Anak

Waspadai Obesitas Pada Anak


Obesitas pada anak adalah sebuah masalah yang cukup serius pada saat sekarang ini, didunia jumlahnya terus saja bertambah. Obesitas pada anak terjadi karena kalori yang dibakar melalui Metabolisme tubuh jumlahnya lebih sedikit daripada jumlah kalori yang masuk, sehingga penimbunan lemakpun tidak bisa dihindari.

Anak ObesitasObesitas itu seperti sebuah bom waktu yang kapan saja bisa meledak, karena obesitas bisa memancing berbagai penyakit datang dan menggerogoti tubuh sang penderita. Anak-anak tumbuh pada tingkat yang berbeda, sehingga tidak selalu mudah untuk mengetahui kapan seorang anak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Tanyakan kepada dokter Anda untuk mengukur tinggi dan berat badan anak Anda untuk menentukan apakah ia berada dalam tingkatan yang sehat atau tidak.

Mendorong pola makan sehat dengan memberikan lebih banyak buah dan sayuran merupakan langkah yang baik untuk menghindari anak dari obesitas. Aktivitas fisik juga dapat membantu anak Anda mengatasi obesitas atau kelebihan berat badan, jadi mengajaknya bermain bersama , berlari-lari kecil, bersepeda berkeliling komplek rumah anda, mungkin bisa menjadi salah satu kegiatan harian menyenangkan untuk menghindarkan obesitas pada anak.

Penyebab Obesitas Pada Anak


Kita mungkin berfikir bahwa obesitas itu terjadi karena pola makan yang tidak sehat, namun ternyata itu semua tidaklah tepat, karena para peneliti menyimpulkan bahwa sebenarnya obesitas pada anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :

1

Faktor Genetik (Keturunan)
Obesitas pada anak terjadi karena jumlah kalori yang dibakar pada proses metabolisme tubuh ternyata lebih sedikit dari jumlah kalori yang masuk, sehingga penumpukan kalori inilah yang mengakibatkan terjadinya obesitas.

Namun ada sebuah fakta yang unik yang dilakukan para peneliti di Amerika sana yang menyatakan bahwa, ternyata ada faktor Genetika yang menyebabkan terjadinya obesitas. Mereka menemukan bahwa Ras kulit putih pada masa Pra-pubertas ternyata memiliki kecepatan metabolisme yang jauh lebih besar dari pada ras kulit hitam, sehingga Ras kulit hitam di amerika memiliki kecendrungan mengalami obesitas atau kegemukan yang lebih besar dari pada ras kulit putih, meskipun ternyata banyak juga peneliti yang beranggapan faktor genetika bukanlah faktor utama penyebab obesitas pada anak.

2

Pola Makan
Ini adalah salah satu faktor terbesar terjadinya obesitas pada anak. Pemberian makanan yang sangat tinggi kalori, namun rendah akan serat dan gizi ternyata adalah penyebab utama terjadinya obesitas pada anak dalam hal pola makan. Masyarakat kita pada saat sekarang lebih suka makanan cepat saji (Fast Food) dan makanan instant dari pada makanan tradisional seperti gado-gado, ubi, singkong, sayuran dan lain-lain yang jelas-jelas menyehatkan, kaya akan serat dan bergizi tinggi.

Ketika orang tua mereka sering memakan makanan cepat saji tersebut maka sang anakpun menjadi lebih tertarik memakan apa yang orang tua makan, sehingga mereka tidak menyukai makanan tradisional dan sejenisnya.Salah satu faktor penyebab terjadinya perubahan gaya hidup ini mungkin disebabkan faktor kesibukan dan ketidak praktisan. Jika untuk mengolah makanan tradisional mungkin memerlukan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan makanan instant yang hanya perlu beberapa menit persiapan.

Junk food adalah istilah yang berikan para ahli gizi untuk makanan-makanan yang tinggi kalori namun rendah serat dan gizi, seperi Pizza, Hamburger, kentang goreng dan makanan sejenisnya. Hati-hati jika sering memberikan anak makanan-makanan seperti ini, berikanlah selalu makanan yang sehat, perbanyak sayuran dan jangan lupakan buah-buahan, niscaya anak anda akan terhindar dari bahaya obesitas.

3

Pola Aktifitas
Selain faktor Genetik dan pola makan yang kurang sehat, ternyata ada satu lagi faktor yang bisa menyebabkan obesitas, yaitu Pola Aktifitas. Anak yang jarang beraktifitas cendrung jeuh lebih besar terkena obesitas dibandingkan anak yang aktif beraktifitas dan berolah raga.

Anda mungkin masih ingat permainan jaman dulu yang sering kita mainkan, seperti kucing-kucingan, gobak sodor, petak umpet, perang perangan dan lain lain, pada umunya permainan tersebut dilakukan secara berkelompok dan penuh akan aktifitas gerak seperti berlari dan berjalan, sehingga secara tidak langsung permainan tersebut sama dengan olah raga bagi anak.

Namun lihatlah sekarang, anak-anak lebih suka bermain Play Station, game Online, menghabiskan banyak waktu dengan handphone mereka, mereka hanya berdiam diri berjam-jam tanpa melakukan gerak sedikitpun, sehingga hal ini membuat meraka malas bergerak dan beraktifitas. Ditambah lagi kebiasaan tersebut sering dibarengi makan makanan yang kurang sehat seperti minum minuman bersoda, snack, chiki dan lain-lain, sehingga reksiko terkena penyakit dan obesitas sangatlah besar.

Setelah membaca beberapa penjelasan diatas, diharapkan orang tua bisa lebih teliti dan lebih tegas dalam hal makanan dan aktifitas anak, memberikan mereka makanan cepat saji sesekali mungkin boleh-boleh saja, namun tetap berikan porsi yang lebih besar makanan yang sehat dan kaya akan gizi. Beri batasan pada anak pada saat mereka bermain mainan modern yang miskin akan gerak, karena selain miskin akan aktifitas juga dapat merusak mata mereka karena terus-terusan melihat layar monitor dan handphone, sehingga tak jarang kita mendengar dan melihat anak-anak yang masih muda selain terkena obesitas juga terserang pennyakit seperti yang dialami orang tua dan juga mata yang Bolor di usia muda.

Semoga bahasa singkat mengenai obesitas pada anak ini bisa memberi sedikit pencerahan bagi anda.



(Visited 34 times, 1 visits today)