Kuning fisiologis – Penyakit Kuning Pada Bayi Baru Lahir, Berbahayakah ??

Penyakit kuning pada bayi baru lahir, berbahayakah ??  Seorang ibu yang baru pertama kali melahirkan pasti sangat khawatir bila melihat bayi yang baru dilahirkannya kulit dan matanya berwarna kekuningan. Nah kondisi ini didunia kedokteran dikenal dengan istilah ikterus.

Tapi apakah kondisi tersebut berbahaya? Jawabannya ada dua. Kalau yang terjadi adalah Ikterus fisiologis maka kondisi ini tidak berbahaya namun tetap perlu untuk diwaspadai. Namun kalau yang terjadi adalah Ikterus patologis maka sangat diperlukan penangan khusus karena mempunyai potensi untuk menimbulkan kern ikterus, yaitu suatu sindroma kerusakan otak.

Nah yang bisa menentukan buah hati kita terkena ikterus fisologis atau patologis sudah barang tentu adalah dokter.

Angka kejadian ikterus bayi di Indonesia sekitar 50% bayi cukup bulan yang mengalami perubahan warna kulit, mokusa dan mata menjadi kekuningan (Ikterus), dan bayi kurang bulan (Prematur) kejadiannya lebih sering, yaitu 75% (Depkes RI, 2012)

Namun meski begitu, sebagai orang tua sebaiknya tetap harus wajib mewaspadai jika kondisi ini terjadi pada sang buah hati kita.

Penyebab Penyakit Kuning Pada Bayi Baru Lahir

Penyakit kuning pada bayi baru lahir - iterus fisiologis
Penyakit kuning pada bayi baru lahir – iterus fisiologis

Apa itu ikterus fisiologis dan ikterus patologis, dan bagaimana penyakit kuning pada bayi itu bisa terjadi, dan apa penyebabnya?

Apa itu Ikterus

Pertama kita cari tau dulu apa itu ikterus. Ikterus adalah perubahan warna kulit dan selaput putih mata (sklera) menjadi kuning/kekuningan akibat terjadinya peningkatan kadar bilirubin dalam darah.

Bilirubin adalah pigmen kekuningan yang dilepaskan pada saat sel-sel darah merah dipecah. Didalam tubuh, setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya, dan diantaranya menjadi bilirubin.

Organ hati adalah organ tubuh yang sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menguraikan bilirubin ini dan kemudian membuangnya melalui air seni dan fases melalui BAB.

Apa Itu Ikterus Fisiologis

Ikterus fisiologis adalah ikterus / penyakit kuning pada bayi yang umumnya muncul pada hari kedua atau ketiga setelah kelahiran bayi. Kondisi ini biasanya akan berlangsung selama 10-12 hari hingga akhirnya menghilang seiring dengan mulai berkembangnya fungsi hati.

Secara garis besar, berikut ini klasifikasi dari ikterus fisiologis:

  • Warna kekuningan mulai nampak pada hari ke-2 sampai hari ke-4.
  • Secara kasat mata, bayi nampak sehat.
  • Warna kuning berangsur hilang setelah 10-14 hari.
  • Kadar bilirubin (pigmen empedu) tidak dalam kadar yang membahayakan, kurang dari 12 mg%.
  • Tidak mempunyai potensi menjadi kern-ikterus

Yang bisa menentukan fisiologis atau patologis adalah dokter berdasarkan hasil pengamatan dan pemeriksaan.

Salah satu penyebab terjadinya ikterus fisiologis adalah fungsi dari hati bayi masih belum berfungsi sempurna untuk menguraikan bilirubin ini. Akibatnya, terjadilah penumpukan bilirubin dalam darah di tubuh bayi, dan inilah sebenarnya penyebab terjadinya penyakit kuning pada bayi baru lahir, atau lebih tepatnya kondisi kuning pada bayi yang baru lahir (ikterus fisiologis atau kuning fisiologis)

Lalu bagaimana bayi yang masih dalam kandungan yang notabene organ hatinya sangat belum sempurna melakukan proses ini. Ternyata pada saat bayi masih dalam rahim hati ibulah yang mengambil alih tugas penguraian bilirubin ini.

Apa itu Ikterus Patologis

Ikterus patologis adalah suatu keadaan dimana kadar bilirubin dalam darah mencapai suatu nilai yang mempunyai potensi untuk menimbulkan kern ikterus kalau tidak ditanggulangi dengan baik. Kern ikterus (ensefalopati biliaris) ialah suatu kerusakan otak akibat perlengketan bilirubin indirek pada otak

Berikut ini klasifikasi dari ikterus patologis, antara lain:

  • Warna kekuningan / ikterus sudah muncul sejak 24 jam setelah lahir
  • Warna kekuningan dengan cepat menyebar kesekujur tubuh bayi
  • Warna kekuningan ini lebih lama menghilang, biasanya lebih dari 2 minggu
  • Kadang disertai dengan kondisi kulit yang memucat (anemia)
  • Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah lebih dari 12 mg

Faktor penyebab kondisi ikterus / kuning pada bayi

Seperti yang sudah dijelaskan diatas tentang penyebab dari terjadinya penyakit kuning pada bayi, namun pada dasarnya bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

  • Fungsi hati belum bekerja secara sempurna
  • Proses dari pemecahan sel darah merah (eritrosit) yang berlebihan, sehingga terjadinya penumpukan.
  • Terjadinya gangguan pada proses transportasi pigmen empedu (bilirubin).
  • Terjadinya gangguan pada proses penggabungan (konjugasi) antara pigmen empedu (bilirubin) dan protein.
  • Teerjadinya gangguan pada proses pengeluaran pigmen empedu (bilirubin) bersama air.

Cara Mengatasi Penyakit Kuning Pada Bayi

Apabila buah hati Bunda mengalami penyakit kuning pada tubuhnya maka ada beberapa tips yang mungkin bisa Bunda lakukan sebagai langkah awal mengatasi penyakit kuning pada bayi ini, berikut tipsnya:

  • ASI sebagai asupan utama harus diberikan sesering mungkin. Berikan minimal dua jam sekali supaya bayi menjadi sering buang air kecil dan BAB, hal ini dapat membantu mengurangi kadar bilirubin pada tubuh bayi. Perlu diperhatikan juga bahwa bayi yang kurang aktif dan sering tertidur dan tidak rewel malah merupakan salah satu tanda-tanda bayi anda terkena kuning.
  • Menjemur bayi dibawah sinar matahari pagi antara jam 7.30 sampai dengan jam 8.30 tanpa pakaian selama lebih kurang 10 sampai dengan 15 menit konon dapat mengurangi kadar bilirubin pada darah bayi, namun hindari mata bayi terkena sinar matahari secara langsung.
  • Tindakan medis perlu segera dilakukan jika ternyata kadar bilurubin bayi terus meningkat, bawa segera kedokter jika Bunda merasa khawatir akan kondisinya. Biasanya Dokter akan melakukan penyinaran pada bayi yang terkena penyakit kuning ini.

Agar kita lebih mudah mengenali apakah kuning yang terjadi pada bayi itu alamiah atau bukan maka ada beberapa batasan warna kekuningan pada bayi baru lahir yang mungkin bisa dijadikan patokan untuk menilai proses alamiah (fisiologis), maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit (patologis) .

Warna kuning karena proses alami (fisiologis), tidak berbahaya karena akan hilang dengan sendirinya dan tidak diperlukan pengobatan khusus, hanya lakukan saja beberapa langkah yang sudah disebutkan diatas tadi.

Sebenarnya prinsip pengobatan pada penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah menghilangkan penyebabnya. Dan berikut ini adalah cara lain yang dapat dilakukan dalam mencegah peningkatan kadar pigmen bilirubin dalam darah, yaitu dengan cara :

  • Meningkatkan kemampuan kinerja enzim yang terlibat dalam pengolahan pigmen empedu (bilirubin).
  • Mengupayakan perubahan pigmen empedu (bilirubin) tidak larut dalam air menjadi larut dalam air, agar memudahkan proses pengeluaran (ekskresi), dengan cara pengobatan sinar (foto terapi).
  • Membuang pigmen empedu (bilirubin) dengan cara transfusi tukar.

Semoga dengan membaca sedikit informasi dari Situs Bayi7.com ini dapat membantu para orang tua yang sedang gundah akan kondisi bayinya yang sedang mengalami penyakit kuning pada bayi baru lahir. Semoga dapat memberi pencerahan, salam.


(Visited 529 times, 1 visits today)