Penyakit Yang Sering Terjadi Pada Bayi

Penyakit Yang Sering Terjadi Pada Bayi

Meskipun orang tua telah memastikan bahwa anak-anak mereka telah diberi makan dan dijaga dalam suasana yang bersih sejak mereka lahir, namun anak kecil sering terkena satu masalah kesehatan. Banyak anak-anak yang terkena masalah kesehatan, mulai dari kondisi yang ringan sampai yang kronis. Apakah itu sebuah penyakit bawaan atau penyakit yang dapat mempengaruhi anak dalam tahap tumbuh berkembang, semua masalah kesehatan perlu ditangani sesegera mungkin, karena mungkin bisa menghambat perkembangan sang anak, jika tidak ditangani secara cepat. Karena itu, menjadi penting bagi orangtua untuk mengetahui tentang masalah kesehatan yang umum terjadi pada anak-anak.

Berikut adalah penyakit – penyakit pada balita yang sering terjadi :

Demam – Sakit demam pada anak memang sering terjadi, hal ini memang sering terjadi pada bayi, namun para ibu harus waspada jika demam pada anak anda disertai kejang-kejang karena dapat membahayakan anak anda.

Batuk dan pilek – Batuk-pilek pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. “Sebagian besar penyebabnya virus, yang jenisnya ada ratusan banyaknya. Biasanya sembuh sendiri, kok. Gejalanya, hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam.” Selain virus, batuk-pilek juga bisa karena bakteri. Biasanya disertai panas dan gejalanya lebih berat, yaitu tenggorokan berwarna merah. Harus diberi antibiotik. Jika terus berlanjut, bisa berakibat komplikasi radang telinga tengah. “Namun, sakit telinga tak selalu terjadi pada batuk pilek.

Cacar Air – Penyakit ini memperlihatkan gejala khas berupa bintik-bintik merah pada tubuh yang beberapa hari kemudian berubah menjadi benjolan-benjolan berisi air yang menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan rasa gatal. Untuk mengatasinya, Ibu bisa mengoleskan krim untuk membantu mengurangi rasa gatal. Kalau si Kecil mengalami demam, berikan obat penurun demam.

Infeksi Telinga – Infeksi telinga pada anak-anak dapat disebabkan virus masuk ke dalam saluran telinga. “Bisa juga karena telinga kemasukan air yang mengandung kuman, sehingga mengakibatkan peradangan saluran telinga tengah.” Gejalanya, sakit pada telinga dan panas yang tidak turun-turun selama 2 – 3 hari. “Harus segera dibawa ke dokter. Kalau tidak segera ditangani, gendang telinga bayi bisa meradang dan pecah.”

Campak – Penyakit yang disebabkan oleh virus campak atau morbili ini menimbulkan bercak-bercak merah yang menyebar ke seluruh tubuh si Kecil. Sebelum bercak merah timbul, si Kecil mengalami demam tinggi yang turun naik dan terkadang juga disertai diare. Umumnya jika bercak merah sudah keluar, maka demam akan turun dengan sendirinya. Bercak merah nantinya akan menjadi kehitaman sampai akhirnya menghilang.

Diare – Diare pada bayi umumnya dapat dilihat dari jumlah cairan yang keluar melalui buang air besar (BAB) yang lebih banyak dari cairan yang masuk. Frekuensi BABnya lebih dari tiga kali sehari. Jadi, harus diberi banyak cairan supaya tidak terjadi dehidrasi.

Batuk Disertai Sesak Nafas – Pada bayi yang memiliki potensi alergi atau asma, batuk pilek lama-lama bisa menimbulkan sesak napas. “Batuk-pilek ini terjadi akibat kuman yang lama-lama menyebar ke paru-paru. Bisa mengakibatkan gejala radang paru-paru, yaitu sesak napas.”

Kurangnya Berat Badan –  Kurangnya kenaikan berat badan adalah masalah yang umum dihadapi oleh anak-anak. Mereka cenderung tumbuh lebih ramping, tanpa gemuk. Orang tua sering khawatir jika anak mereka tidak mendapatkan berat badan yang cukup besar.

Muntah – Hal ini umum terjadi pada anak dan penyebabnya bermacam-macam. Yang terpenting untuk diketahui adalah seberapa berat muntah tersebut berdampak pada anak. Muntah pada bayi dapat disebabkan karena cara menyuapi yang salah. Misalkan saja perut bayi sudah penuh tetapi masih terus disuapi makanan.


(Visited 139 times, 1 visits today)