Pneumonia Pada Anak

Mengenal Pneumonia Pada Anak


Sebelum kita membahas “Pneumonia pada Anak” sebaiknya kita kenali apa itu Pneumonia. Radang paru-paru yang disebabkan oleh iritasi bakteri, virus, jamur atau parasit ,itulah penyakit yang dikenal dengan nama pneumonia, namun penyakit ini dimungkinkan juga dapat disebabkan oleh bahan kimia atau mungkin kerusakan fisik dari paru-paru itu sendiri. Penyakit jenis Ini adalah infeksi yang sangat serius dimana kantung pernapasan dapat dipenuhi dengan nanah dan cairan lainnya.

Di Indonesia Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian balita dan anak yang tinggi, sebesar 13,2 persen balita dan 12,7 persen anak meninggal dari total jumlah kematian. Pneumonia pada anak balita sangat umum dan biasanya dimulai dengan timbulnya batuk atau radang tenggorokan, serta bahkan ada yang disertai dengan demam. Sebagian besar gejala pneumonia pada anak di bawah 5 tahun mirip dengan gejala flu.

Mengenal Penyebab Pneumonia Pada Anak


Penyebab Pneumonia pada anak-anak biasanya terjadi karena dua penyebab, bisa karena infeksi bakteri atau bisa juga karena virus. Pneumonia bakteri disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, dan bakteri yang paling umum yang menyebabkan pneumonia pada anak adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Sedangkan untuk Virus, jenis virus Respiratory Syncytial adalah jenis virus  yang biasanya menginfeksi anak di bawah 5 tahun. Untuk lebih lengkapnya simak bagan dibawah ini, dipisahkan antara penyebab pnrumonia karena bakteri dan virus, serta waktu biasanya kedua penyebab ini menginfeksi.

UMUR BAKTERI VIRUS
 Lahir – 20 Hari Escherichia colli
Group B strepcocci
Listeria monocytogenes
 3 Minggu – 3 Bulan Clamydia trachomatis Respiratory syncytial virus
Streptococcus pneumoniae Influenza virus
 – Para influenza virus 1,2 dan 3
 – Adenovirus
 4 Bulan – 5 Tahun Streptococcus pneumoniae Respiratory syncytial virus
Clamydia pneumoniae Influenza virus
Mycoplasma pneumonae Parainfluenza virus
 – Rhinovirus
 – Adenovirus
 – Measles virus
5 Tahun – Remaja Chlamydia pneumoniae  –
Mycoplasma pneumoniae  –
Streptococcus pneumoniae

Mengenal Gejala Pneumonia Pada Anak


Setelah kita mengetahui penyebabnya, maka sebaiknya kita juga mengetahui gejala-gejala pneumonia pada anak. Biasanya gejala awalnya adalah demam yang disetai batuk dan pilek, namun lama-lama semakin memburuk dan mengarah kepada pneumonia. Oleh sebab itu kenali tanda-tanda penyakit ini jika sang buah hati mengalami gejala yang sama seperi yang tertulis dibawah ini.

  • Biasanya diawali dengan Demam, batuk, dan keluarnya cairan dari hidung dan bersin-bersin.
  • Sesak napas dan napas yang cepat (lebih dari 40x / menit), kadang disertai suara napas yang kasar/mengi.
  • Jika demamnya tinggi kadang sang anak bisa saja menggigil
  • Bila sang anak sesak napasnya sangat berat, maka biasanya akan terlihat cekungan di dada bagian bawah (chest indwelling) saat menarik napas, mungkin juga akan terasa sakit saat bernapas pada bagian dada.
  • Nafsu makan menurun, untuk anak yang masih menyusui terkadang nafsu menyusu akan berkurang.
  • Terlihat lemah / lemas karena nafsu makan berkurang.

Namun apabila Gejala Pneumonia cukup berat maka terdapat beberapa gejala lain yang timbul,  dan gejala nya adalah sebagai berikut :

  • Sianosis, bibir yang membiru karena efek kekurangan oksigen.
  • Suhu badan yang asalnya tinggi berubah menjadi dingin (hipotermi).
  • Menunjukan tanda-tanda gangguan kesadaran,  sulit berkomunikasi.
  • Kejang-kejang atau bahkan terjadi renjatan (Syok).

Pengobatan Untuk Penderita Pneumonia


Pengobatan tergantung pada usia anak, riwayat medis dan kesehatan secara keseluruhan. Tingkat peradangan paru-paru yang menyebabkan pneumonia juga dipertimbangkan. Pengobatan untuk infeksi bakteri pneumonia pada anak-anak umumnya adalah antibiotik. Antibiotik ini juga membantu dalam pemulihan dari Mycoplasma pneumoniae.

Radang paru-paru tidak memiliki pengobatan khusus, dan umumnya sembuh dengan sendirinya. Anak bisa saja melakukan diet tertentu dan diminta untuk meningkatkan asupan cairan nya. Demam dapat diobati dengan pemberian asetaminofen. Dalam beberapa kasus yang parah, anak itu bisa diberikan antibiotik intravena (IV) . Oksigen terapi, penyedotan dari hidung dan mulut mungkin diperlukan untuk menghilangkan sekresi, dan cairan infus untuk kasus anak yang tidak bisa minum dengan baik.

Salah satu yang dapat dilakukan guna mencegah pneumonia adalah dengan memberikan anak itu vaksin konjugasi radang paru. Pola makan yang sehat akan membantu membangun sistem kekebalan yang kuat pada anak, dan sering mencuci tangan akan membantu mencegah transfer kuman yang berbahaya. Pneumonia mungkin tidak secara langsung ditularkan dari orang ke orang, tetapi faktor penyebab seperti bakteri dan virus dapat menyebar melalui cairan tubuh.

Namun semua itu tidak bisa dilakukan sendiri, perlu pemeriksaan lebih lanjut. Hubungilah dokter untuk mengecek kondisi anak anda.

Usaha Pencegahan Pneumonia


Upaya Pencegahan dilakukan guna menghilangkan faktor risiko terhadap terjadinya
pneumonia. Upaya yang bisa dilakukan antara lain :

  • Lakukan Imunisasi terhadap kuman Haemophilusinfluenzae tipe b (Hib), pneumococcus, campak, difteri, dan batuk rejan (pertussis). Ini adalah salah satu cara yang paling efektif dalam upaya pencegahan terjadinya pneumonia.
  • Pemberian akan kebutuhan gizi yang cukup sangat bermanfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh alami anak. Pemberian ASI eksklusif pada enam bulan pertama memberikan daya tahan tubuh alami pada bayi. Daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah terjadinya pneumonia, atau kurang lebih dapat mempercepat proses kesembuhan pada anak saat terserang pneumonia.
  • Mengusahakan kesehatan, kebersihan , dan perbaikan lingkungan rumah dan perumahan, terutama pada permukiman yang padat penghuninya. Antisipasi ini dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian anak karena pneumonia.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk semua yang membutuhkan, jika terjadi gejala-gejala seperti yang disebutkan diatas maka segeralah bawa ke Dokter terdekat untuk penanganan lebih lanjut.



(Visited 186 times, 1 visits today)