Popok Bayi

Info Seputar Popok Bayi


Bunda tentu akan sangat repot sekali diawal-awal kelahiran sikecil, dimana Bunda akan sering sekali mengganti popok bayi dikarenakan sikecil sering sekali buang air kecil atau buang air besar,terutama pada fase menyusui. Frekuensi buang air kecil bayi bahkan bisa sampai 1 jam sekali, sedangkan untuk BAB (buang air besar) pada bayi normal itu befariasi, antara 0 sampai 7 kali setiap harinya.

Perlu Bunda ketahui, ada hal penting yang mesti bunda pahami diawal-awal BAB pada bayi, yaitu pengeluaran Mekonium pada 48 jam pertama kelahirannnya, lalu apa itu Mekonium ? Mekonium adalah tinja pertama bayi yang tersusun atas cairan amniotik dan konstituennya, lanugo (rambut halus yang dibawa bayi dari rahim) yang tertelan, sel-sel usus yang mengelupas dan sekresi usus. Mekonium cendrung lengket dan tampak berwarna hijau gelap hingga hitam.

Seiring dengan pemberian makan pada bayi dalam hal ini ASI maka feses ( kotoran atau pup) akan mengalami fase peralihan, dimana kotoran bayi akan berwarna coklat kehijauan hingga coklat kekuningan dan hingga pada akhirnya berwarna kekuningan.

Tips Cara Mengganti Popok Bayi


Tips Cara Mengganti Popok BayiSebelum memulai mengganti popok bayi, sebaiknya Bunda usahakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum melakukan proses pergantian popok. Bunda juga harus tahu bahwa popok yang sudah “penuh” dan kotor jika tidak segera diganti akan mengakibatkan kelembaban dan bisa menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit bayi.

Jadi apa saja yang diperlukan untuk mengganti popok bayi, simak berikut ini :

  • Air hangat
  • Perlak bayi ( karpet anti air )
  • Kapas / washlap / tisu (bisa juga tisu basah)
  • Popok bayi yang bersih, popok kain atau popok diaper
  • Sebuah handuk kecil untuk mengeringkan atau lap popok / tissu basah untuk bayi diatas satu bulan.
  • Baju ganti jika popok telah bocor dan mengotorinya.
  • Mainan bayi (optional)
  • Salep / krim untuk gatal-gatal jika bayi terkena ruam popok (optional)

Langkah dan cara mengganti popok bayi adalah sebagai berikut :

1

Sebelum mengganti popok bayi, Bunda bisa memberikan bayi sebuah mainan supaya pada saat perggantian popok, sang bayi merasa tenang, senang, dan nyaman. Atau Bunda bisa sambil mengajaknya becanda, mengajaknya bicara sambil tertawa.

2

Baringkan bayi diatas perlak, supaya kotoran tidak mengenai kasur atau lainnya. Ingat Bunda diharapkan tidak meninggalkan bayi disini sendiri karena ditakutkan bayi terjatuh karena terguling, inilah manfaatnya menyiapkan perlatan sebelum memulai mengganti popok bayi.

3

Bukalah popok yang telah kotor tersebut, jangan ditunda-tunda supaya tidak terjadi masalah ruam popok pada bayi

4

Angkatlah kedua kaki bayi dengan cara menjepit kedua kakinya dengan satu tangan, lakukan secara lembut

5

Jika bayi hanya buang air kecil maka tinggal buka saja lalu ganti, namun jika BAB maka, gunakanlah bagian dari popok yang tidak terkena kotoran untuk mengelapnya sebelum diseka dengan washlap atau tisu basah.

6

Lalu besihkan menggunakan tisu lembut (bisa juga tisu basah), setelah terlihat bersih baru Bunda gunakan lap kecil/ handuk kecil/ kapas yang terlebih dahulu dibasahi dengan air hangat. Bersihkan dengan teliti jangan sampai ada yang tersisa, periksa area kelamin sampai sela lipatan pantat bayi.

7

Jika sudah selesai keringkan menggunakan lap kering atau tissu kering lembut supaya tidak lembab dan menjauhkan dari reksiko terkena ruam popok.

8

Jika sudah benar-benar kering , pakaikan popok bayi yang baru. Selesai.

Ruam Popok Pada Bayi


Ruam Popok Pada BayiApa itu “Ruam Popok” pada bayi ? Ruam popok biasa disebut diaper rash atau peradangan adalah semacam ganguan kulit yang timbul atau muncul di area yang terutup popok bayi, seperti pada area alat kelamin, pantat, dan pangkal paha bagian dalam. Ruam popok sering terjadi pada bayi yang baru lahir, bila terkena maka biasanya kulit bayi akan berwarna kemerahan dan terasa gatal, sehingga membuat bayi merasa tidak nyaman.

Adapun penyebab ruam popok pada bayi adalah sebagai berikut :

1

Kulit bayi terlalu lama terkena urin (air kecing) atau kotoran bayi akibat terlambat mengganti popok pada saat sudah kotor.

2

Kulit terkena iritasi deterjen atau bahan kimia yang terdapat pada diapper atau popok bayi. Maka hati-hati ketika mencuci popok bayi yang yang dipakai berulang-ulang, mencucinya harus sampai bersih sampai tidak tersisa sabun atau deterjen.

3

Bayi Memiliki riwayat alergi

Cara mengatasi ruam popok pada bayi :

1

Jangan menunda-nunda untuk mengganti popok bayi yang sudah basah terkena urin atau terkena kotoran bayi, karena kelembaban inilah salah satu pemicu ruam popok pada bayi.

2

Bersihkan area yang terkena urin atau kotoran dengan teliti, jangan sampai ada yang terlewat. Gunakan air hangat  dan keringkan menggunakan handuk, sebelum dipakaikan popok angin-angin kan sebentar dan beri sedikit bedak yang sesuai dengan kulitnya.

3

Jangan memasang popok bayi yang terlalu ketat, sehingga kulit bayi tidak tergesek.

Semoga artikel tentang popok bayi ini bermanfaat bagi semua, bunda bisa membaca artikel tentang merawat bayi lainnya pada halaman selanjutnya.


Related Posts:

This entry was posted in Ibu dan Bayi, Kesehatan Bayi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.