Tali Pusat

Perawatan Tali Pusat


Sebelum membahas tentang cara perawatan tali pusat, sebaiknya Bunda tahu dulu apa itu tali pusat. Tali Pusat atau Umbilical Cord adalah tali atau jaringan pengikat yang menghubungkan Tali Pusatantara plasenta dan janin. Fungsi utama dari tali pusat seperti yang tertulis diatas adalah sebagai media untuk menjaga kelangsungan hidup janin, jadi segala hal yang dibutuhkan janin untuk pertumbuhan dan perkembangan selama dirahim disalurkan melalui tali pusat, seperti transfer O2 serta nutrisi yang dibutuhkan janin serta kebalikannya seperti pembuangan senyawa sisa. Sekarang Bunda tahu apa itu tali pusat dan apa fungsinya, sekarang mari membahas tentang perawatan tali pusat dan kenapa harus dirawat.

Pertama-tama Bunda harus tahu kenapa tali pusat harus dirawat. Tali pusat harus dirawat guna menjaga kebersihannya, menghindari dari terjadinya infeksi, dan mempercepat lepasnya tali pusat dari perut bayi. Perlu diketahui apabila tali pusat terinfeksi maka penyakit kuman bisa menjalar ke organ lainnya, jadi jangan menganggap sepele masalah perawatan tali pusat ini. Biasanya setelah bayi lahir tali pusat akan tampak seperti jeli, namun setelah beberapa hari tali pusat akan mengering, menghitam dan akan lepas dengan sendirinya kira kira 1 sampai 4 minggu.

Sekarang bagaimana cara merawat tali pusat. Minimal Bunda harus membersihkannya 2 kali dalam sehari atau pada saat terkena air seni atau terkena kotoran bayi. Berikut beberapa hal penting seputar perawatan tali pusat.

1

Diawal kelahirannya, bayi sebaiknya jangan dimandikan dengan cara direndam. Hal ini untuk mencegah tali pusat menjadi basah. Tali pusat tidak boleh dibasuh dengan air, sekalipun walau hanya menggunakan lap basah. Ingatlah selalu bahwa tali pusat harus kering tidak boleh basah.

2

Selalu bersihkan tali pusat dari ujung hingga pangkal (yang menempel pada dinding perut bayi) dengan menggunakan kapas bulat atau cotton bud yang sudah diberi alkohol 70%. Lakukan dengan sangat hati-hati terlebih jika tali pusat masih berwarna merah.

3

Untuk mencegah infeksi dan mempercepat pengeringan, selalu perhatikan bagian ujung tali pusat. Bisa diberi alkohol atau obat pencegah infeksi yang dianjurkan oleh dokter anak atau bidan pada ujung tali pusat dan pada celah-celah menggunakan alat seperti alat korek kuping cotton bud yang sudah di beri obat pada ujungnya.

4

Gunakan selalu kain kasa steril yang sudah diberi alkohol 70% untuk membungkus tali pusat yang sudah dibersihkan. Lilit tali pusat menggunakan kain kasa tersebut sampai semua tali pusat tertutup sempurna. Usahakan jangan terlalu kencang melilitnya dan bagian ujungnya diikat namun tetap jangan terlalu kencang.

5

Lipat tali pusat yang tertutup kain kasa tadi kearah atas lalu tutup menggunakan plester bayi atau bisa juga menggunakan gurita bayi guna menahan agar perban tadi tetap berada pada tempatnya.

6

Apabila terjadi kelainan pada tali pusat, seperti tali pusat bernanah atau keluar bau tidak sedap maka Bunda sebaiknya memeriksakan dan berkonsultasi dengan Dokter atau bidan yang dipercaya.

Semoga hal-hal yang telah dijelaskan diatas bisa menjadi tambahan informasi buat semua, terutama buat para orang tua yang baru memiliki seorang bayi ditengah-tengah keluarganya.

Dibawah ini ada beberapa istilah yang layak untuk Bunda ketahui tentang masalah tali pusat, siapa tahu Bunda pernah mendengar tapi tidak tahu apa maksud dari istilah tersebut, berikut daftar istilahnya :

Perdarahan Tali Pusat


Perdarahan tali pusat adalah adanya cairan (darah) yang terlihat keluar di sekitar tali pusat bayi. Perdarahan tali pusat kemungkinan bisa terjadi karena diakibatkan dari trauma pengikatan tali pusat yang mungkin tidak sempurna atau kurang baik, atau kegagalan proses pembentukkan trombus normal (pembekuan darah). Dalam istilah medis ini disebut dengan hemorhagic disease of the newborn (HDN), namun apabila pendarahan yang terjadi disekitar tali pusat jumlahnya tidak banyak atau sedikit maka itu dikatakan masih tergolong normal.

Lilitan Tali Pusat


Lilitan tali pusat adalah keadaan dimana tali pusat melilit pada janin bayi, atau dalam bahasa lainnya yaitu keadaan dimana bayi terlilit tali pusar. Dari beberapa kasus lilitan tali pusat kebanyakan lilitan terjadi pada leher bayi. Keadaan ini bisa menimbulkan kematian, dan pada saat melahirkan bisa menyebabkan tali pusat menjadi pendek sehingga pada saat kepala bayi keluar maka tali pusat harus segera dibebaskan dari kepala bayi.


Foto By Kevin Rohr at www.sxc.hu/profile/kevinrohr
Original image name : Newborn | Original Source Image: http://www.sxc.hu/photo/63155


Related Posts:

This entry was posted in Ibu dan Bayi, Kesehatan Bayi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.