Ciri-Ciri Balita Yang Mengalami Obesitas

Tanda Balita Yang Mengalami Obesitas

Obesitas pada anak merupakan salah satu penyakit yang mungkin terbilang berbahaya karena sang anak mempunyai lemak yang sangat berlebih, Hal ini berbeda dengan anak yang mengalami kelebihan berat badan, yang berarti berat terlalu banyak. Kedua istilah berarti bahwa berat badan seseorang lebih besar dari apa yang dianggap sehat untuk nya atau tinggi badannya. Anak-anak tumbuh pada tingkat yang berbeda, sehingga tidak selalu mudah untuk mengetahui kapan seorang anak mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Tanyakan kepada dokter Anda untuk mengukur tinggi badan anak Anda dan berat untuk menentukan apakah ia berada dalam kisaran yang sehat.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi meningkatnya kasus obesitas pada anak-anak antara lain:

  • Kemajuan teknologi yang dirancang untuk membuat hidup lebih mudah dan lebih menghibur
  • Akses ke makanan berkalori tinggi dan berlemak tinggi yang lebih mudah
  • Kegiatan rekreasi modern seperti bermain game, komputer dan menonton TV
  • Iklan makanan cepat saji dan makanan tak sehat lain yang menarik minat anak-anak
  • Hidup dalam lingkungan yang padat dan keterbatasan area bermain
  • Gaya hidup tak sehat yang diwariskan orang tua

Anda dapat mendorong pola makan sehat dengan melayani lebih banyak buah dan sayuran dan membeli soda lebih sedikit dan tinggi kalori, tinggi lemak makanan ringan. Aktivitas fisik juga dapat membantu anak Anda mengatasi obesitas atau kelebihan berat badan. Anak-anak membutuhkan sekitar 60 menit setiap hari.

Makanan yang bisa anda berikan kepada anak yang mengalami obesitas:

  1. Buah segar.
  2. Buah kalengan dalam jus atau sirup cahaya.
  3. Kecil jumlah buah-buahan kering seperti kismis, apel cincin, atau aprikot.
  4. Sayuran segar, seperti wortel bayi, mentimun, zucchini, atau tomat.
  5. Rendah gula, sereal gandum dengan susu rendah lemak.

Kegemukan pada bayi bisa juga dikenali dari pola makan dan pola hidup yang dialami oleh bayi. Misalnya jika bayi memang jarang bergerak atau kurang melakukan kegiatan dan aktivitas. Pola makan bayi yang berlebihan serta tidak bergizi. Jika hal ini terjadi maka orangtua harus mewaspadai obesitas pada bayi mereka.


(Visited 196 times, 1 visits today)