Tanda-Tanda Balita Alergi Susu Sapi

Tanda-Tanda Balita Alergi Susu Sapi

Susu merupakan cairan bergizi dan sehat, Susu sendiri merupakan makanan utama bayi yang baru lahir. Komponen senyawa lengkap di dalamnya mempu menopang pertumbuhan gizi pada bayi dengan baik. Salah satu jenis susu yang paling banyak dikonsumsi adalah susu sapi. Namun tidak semua bayi bisa mengkomsumsi susu sapi ini dikarenakan adanya Balita alergi terhadap susu sapi.

Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan (immune system) tubuh si bayi salah dalam menilai, sehingga ia menyangka susu sapi merupakan sesuatu yang membahayakan dan ia bereaksi untuk melawannya. Ini akhirnya memicu reaksi alergi, yang menyebabkan si bayi rewel, gelisah, serta timbul gejala-gejala alergi lainnya.

Gejala alergi susu sapi biasanya mulai muncul pada bulan pertama usia si bayi. Gejala ini bisa timbul langsung setelah meminum susu sapi, atau bisa hingga 7-10 hari sesudahnya. Yang terakhir ini lebih sering terjadi.

Gejala yang timbul akibat susu sapi setelah 7-10 hari adalah:

  • Feses menjadi cair, kemungkinan mengandung darah
  • Muntah
  • Akan Merasa Gelisah
  • Ruam atau bercak merah pada kulit
  • Biasanya memang lebih sulit terdeteksi, karena hampir sama dengan gejala gangguan kesehatan lainnya.

Pada alergi yang timbul langsung saat bayi meminum susu sapi, gejalanya antara lain:

  • Merasa Gelisah
  • Muntah setelah meminum susu
  • Pembengkakan
  • Nafas yang berdesing
  • Gatal-gatal dan ruam merah pada kulit
  • Diare yang menjadi cair disertai darah

Alergi susu sapi pada umumya terjadi pada bayi yang diberikan susu formula tersebut memiliki bakat alergi yang diturunkan oleh salah satu atau pun oleh kedua orangtuanya. Hal ini disebabkan masalah alergi ini erat kaitannya dan dipengaruhi oleh faktor genetik .

Bayi yang alergi susu sapi biasanya mengalami alergi terhadap makanan lainnya. Sebisa mungkin hindari makanan pencetus alergi seperti telur, buah-buahan tertentu, makanan yang salah satu bahannya susu sapi, kacang-kacangan, dan ikan laut. Namun, solusi paling efektif dan aman tentu saja dengan berusaha memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 2 tahun.


Bunda, jangan lupa SHARE terus artikel ini jika dirasa bermanfaat, dan supaya manfaatnya tidak berhenti sampai disini saja. Dan semoga buah hati kesayangan bunda semua selalu diberikan kesehatan, AMIN.

Related Posts:

  • No Related Posts

This entry was posted in Kesehatan Bayi and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.